Anarkis Terhadap Pendemo, Kapolda Diminta Evaluasi Bawahannya

Anggota DPRP saat meninjau mahasiswa pasca di kerjar aparat di Asrama Yahukimo Waena Perumnas III. Foto: Noel/Cepos

JAYAPURA – Anggota DPRP Papua mengatakan aparat terlalu anarkis dalam membatasi ruang demokrasi aspirasi mahasiswa maka Kapolda Papua diminta evaluasi anggotanya yang jelas jelas anarkis tidak mematuhi penggunaan sejatah api yang benar.

Anggota DPR Papua Nioluen Kotouki Kepada Cenderawasih Pos, Kamis, (29/10) mengatakan dalam demonstrasi damai mahasiswa tolak Otsus Jilid II aparat Kemaamanan benar – benar menunjukan kekerasan dan peyisiran yang jelas menutup ruang demokrasi bagi orang Papua.

“TNI dan Polri terlalu berlebihan penyisiran mengunakan alat sejatah api, ruang demokrasi harus di buka jangan pihak kemanan menghalang demokrasi karena mereka yang demo ini adalah mahasiswa tanpa senjata dan mereka bukan TPNPB atau aparat kita harus tahu koreksi dan evaluasi ini,” katanya.

Pihaknya bersama anggota DPR Lain setelah turun di asrama Yahukimo dan kunjungi ke rumah sakit, ada tiga kelompok besar yakni ada masyarakat punya rumah dibongkar dan banyak masyarakat di perumnas tiga dikejar tanpa seban, juga mahasisws dikejar hanya karena demo secara damai.

“Kami minta kapolda harus evaluasi kinerja aparat bawahannya ini, kami juga menyesalkan lembaga lembaga resmi dan DPRP dan MRP juga kapolda dan Pemerintah tidak saling koordinasi dan Kapolda Pangdam, MRP dan DPRP Pemprov jalan sendiri,” katanya.

Sebenarnya setelah ditanya mahasiswa mereka mau tolak otsus julid dua dan tolak hasil kajian Otsus Uncen dan sampai saat ini Lembaga MRP dan DPRP belum mendapat hasil kajian itu.

“Kami tahu di UU Pasal 77 setelah melakuan RDP setiap pikiran rakyat itu disampaikan dan diakomodir oleh MRP selanjutnya ke DPR dan Pemerintah, maka kami minta dalam waktu dekat DPRP MRP dan Kapolda dan pangdam harus lakukan perdamian di Perumans Tiga karena yang korban itu masyarakat di rumah rumah. Masyarakat dikejar sampai di rumah rumah maka Jangan anggap ini biasa tapi harus dikawal, dan mahasiswa yang demo jangan di palang hak demokrasi mereka menyampaikan di publik,” katanya.

Di tempat terpisah senada dengan itu, Direktur LBH Emanuel Gobay SH MH  mengatakan, tidak hanya mengevaluasi tapi Kapolda juga harus menindak tegas aparat yang melakukan penembakan dengan penyalahgunaan senjata api yang mengakibatkan mahasiswa mengalami luka tembak hingga pemukulan yang yang terjadi di pada satpam di sekitaran Perumahan Dosen Waena.

“Kami minta juga kepada Kapolda harus menindak tegas aparat yang menyalahgunakan senjata api, dengah memberikan sanksi sesuai UU yang ada,” katanya,(oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *