Enam Pelanggar Kena Tilang

Anggota Lantas saat melakukan pemeriksaan operasi zebra di Kota Jayapura, Senin (26/10) ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Sebanyak enam pelanggar ditilang dalam pelaksanaan hari Operasi Zebra Matoa 2020 Polda Papua dan Polres Jajaran pada Selasa (27/10). Jumlah ini menurun dibandingkan dengan hari pertama operasi Zebra Matoa 2019 sebanyak 212 pelanggar.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, personel di lapangan secara selektif melakukan tindakan hukum berupa tilang apabila didapatkan kendaraan yang fatal atau berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain apabila terus dioperasikan. Seperti kelayakan kendaraan itu sendiri. “Apabila pengemudi atau pengendara melakukan pelanggaran tetapi kendaraan itu dapat beroperasi cukup diberikan teguran,” kata Kamal.

Lanjut Kamal, sedangkan teguran yang diberikan sebanyak 220 pelanggar di tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 sebanyak 201 pelanggar. Dengan jenis pelanggaran lalu lintas yang ditemukan yakni tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, menggunakan HP saat berkendara, berkendara dibawah pengaruh alkohol dan berkendara dibawah umur serta tidak menggunakan masker.

“Untuk kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada tahun 2019 dan 2020 tidak ada. Begitu juga dengan korban luka berat di tahun 2020 dan 2019 tidak ada,” jelasnya.

Menurut Kamal, Operasi Zebra Matoa 2020 bersifat terbuka dalam bentuk operasi Kamseltibcarlantas yang dilaksanakan dengan mengedepankan tindakan preventif, preentif dan humanis. Dengan target pelanggaran yang dapat menyebabkan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Misalnya melawan arus, tidak memakai helm, berboncengan lebih serta kelengkapan administrasi seperti SIM dan STNK dan juga menggunakan masker.  “Tujuan dari Operasi Zebra Matoa 2020 untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang mewujudkan Kamseltibcarlantas,” ungkap Kamal.

Selain melaksanakan razia, Direktorat Lalu Lintas Polda Papua bersama Polres jajaran melaksanakan kegiatan Pendidikan masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) diantaranya penyuluhan di tempat-tempat keramaian, pemasangan spanduk, leaflet, sticker dan bilboard serta himbauan protokol kesehatan. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *