Pria “Hidung Belang” Ternyata Takut Covid

Terbukti Kunjungan ke Lokalisasi Yobar Turun 30-40 %
MERAUKE-Pandemi corona yang melanda dunia termasuk Indonesia menghantam berbagai sektor. Tidak terkecuali untuk bisnis ‘esek-esek’. Yulianti, salah satu pengelola barak Lokalisasi Yobar Merauke saat dihubungi Cenderawasih Pos lewat telepon selulernya mengaku bahwa pandemi Corona yang terjadi sejak Maret 2020 tersebut telah berpengaruh terhadap kunjungan pria ‘hidung belang” di Lokalisasi Yobar.
“Ya, untuk kunjungan turunnya sekitar 30-40 persen selama masa pandemi,” jelasnya.
Bahkan turunnya kunjungan ini terjadi sebelum pandemi Corona, yakni ketika terjadi pemalangan dan penutupan Lokalisasi Yobar dari pemilik hak ulayat yang meminta ganti rugi. ‘’Sebenarnya mulai dari situ mulai turun. Ditambah lagi dengan adanya Corona,’’ terangnya.
Karena kunjungan yang turun itu, lanjut Yulianti, tentu saja pendapatan dari para PSK juga mengalami penurunan. ‘’Tapi kalau sama sekali itu tidak ada. Pendapatan tetap ada, hanya turun,’’ terangnya.
Soal tarif, Yulianti mengaku bahwa untuk tarif tergantung kesepakatan kedua belah pihak berapa yang disepakati. Namun tarif minimalnya antara Rp 200-250 ribu. ‘’Ya bisa naik dari tarif tersebut, tergantung kesepakatan kedua belah pihak,’’ tandasnya.
Untuk diketahui, meski di ibukota Provinsi Papua tepatnya di Kota Jayapura, tempat lokalisasi dibubarkan, namun untuk Kabupaten Merauke masih tetap dipertahankan pemerintah daerah dengan alasan jika lokalisasi tersebut ditutup maka dikhawatirkan para PSK tersebut akan liar di tempat-tempat kost sehingga kesehatannya sulit dikontrol.
Sementara jika berada dalam lokalisasi maka akan mudah dikontrol. Karena setiap bulannya akan melakukan pemeriksaan kesehatan ke Pusat Kesehatan Reproduksi RSUD Merauke. Disamping itu, setiap PSK diwajibkan menggunakan pengaman kondom. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *