Harusnya Soal Nama Dibahas Secara Konferhensif Integral

Kapolda Irjend Pol Paulus Waterpauw (FOTO: Gamel Cepos)

JAYAPURA – Kapolda Papua, Irjend Pol Paulus Waterpauw nampaknya ikut memantau sejumlah riak – riak protes dari masyarakat  terkait pemberian nama pada sejumlah fasilitas yang segera diberi nama. Pasalnya ada yang menganggap tidak sesuai dengan kearifan lokal atau belum memiliki jasa yang berarti hingga akhirnya ada juga yang melakukan pemalangan.

“Saya memonitor ada protes dari Dewan Adat Suku Sentani serta kelompok kelompok lainnya dan saya pikir silahkan saja selama tetap dilakukan tanpa perbuatan anarkis sebab itu ada mekanisme meski sudah diputus oleh DPRP,” kata Kapolda Papua di Cafe Horeg Sentani, Jumat (23/10). Namun dari sejumlah penamaan ini Kapolda mengaku  tidak pernah diajak berbicara terlebih padahal untuk memberikan nama seharusnya dibahas secara konferhensif. “Atau konferhensif integral dalam istilah kami,” jelasnya.

Lalu soal penamaan Bandara Sentani berubah menjadi Bandara Dortheys Hiyo Eluay kata Kapolda dalam catatan  aparat keamanan almarhum bukan seorang pejuang Indonesia dan ini akhirnya menjadi jadi catatan penting mengapa bisa. “Jangan sampai silih berganti, menamakan sebuah nama itu jangan karena tokoh saja. Dikontrak pemilik A diberi nama A dipakai pemilik B kemudian nama juga berubah. Membuat sebuah identitas monumental harusnya membahas secara  konferhensif harus terbuka dan tak boleh main diam-diam,” tegasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *