Banyak Penggiat Literasi Belum Diperhatikan

Christian Sohialit. (Dok/Cepos)

JAYAPURA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, Christian Sohilait melihat bahwa saat ini ada kelompok – kelompok penggiat literasi yang tumbuh di Papua. Kebanyakan muncul dengan konsep rumah baca maupun rumah belajar. Hanya saja dari semua kelompok penggiat literasi ini ternyata belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Karenanya usai mengikuti Kapolda Award, Christian berpendapat bahwa ada banyak hal yang bisa diberikan kepada penggiat literasi tersebut jika dikonsepkan secara baik. “Bulan lalu kami bikin kegiatan lomba menulis dan diikuti sekabupaten kota. Ini untuk menumbuhkan semangat literasi dan ternyata banyak yang ikut. Ini artinya ada kepedulian yang memang harus dirangsang,” kata Sohilait kepada Cenderawasih Pos disela-sela kegiatan Kapolda Award di Sentani, Jumat (23/10).
Ia setuju perlu ada award yang diberikan kepada penggiat literasi di Papua sehingga upaya untuk mengembangkan minat baca menulis ini semakin baik. “Saya melihat pengiat literasi di Papua ini sedikit dan kalau jumlahnya sudah sedikit lalu tidak diperhatikan maka akan semakin hilang karena mereka merasa berjuang sendiri. Pemerintah di daerah perlu melihat itu,” jelasnya.
Ia menyampaikan dari kunjungannya ke Merauke ternyata ada penggiat literasi yang bekerja secara mandiri, begitu juga dengan Supiori dan dari gagasan lain semisal membuat cerita rakyat bergambar bisa saja nantinya dibuatkan satu buku yang kemudian diberikan untuk generasi muda agar mereka bisa mengenal cerita seni budayanya sendiri. “Jadi ini ide yang sedang kami siapkan, ada buku bergambar dan memiliki cerita tentang seni budaya kemudian ini didorong sebagai materi ajar atau bahan bacaan dan kami pikir ini menarik,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *