Kepengurusan LDII Papua yang Baru Siap Tingkatkan Kontribusi di Tanah Papua

Pengukuhan Ketua DPW LDII Provinsi Papua Sugiyono bersama jajaran pengurus masa bakti 2020-2025 di Hotel Grand Abe.  (Foto: Humas LDII for Cepos)

JAYAPURA-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Papua telah menyelesaikan musyawarah wilayah (Muswil) VI dengan terpilihnya Sugiyono secara aklamasi sebagai ketua DPW LDII Provinsi Papua. Selain itu juga menetapkan dewan penasihat dan pengurus harian melalui dewan formatur dengan masa bakti 2020-2025 bertempat di Hotel Grand Abe, Kamis (22/10).
Serangkaian sidang paripurna dan komisi yang dilaksanakan kemarin, menampung sejumlah usulan dari 14 DPD LDII Kabupaten/Kota Se-Papua. Semua DPD LDII se-Provinsi Papua menerima laporan pertanggungjawaban dari ketua DPW LDII Papua periode 2015 – 2020 Bapak Winoto yang juga sebelumnya ketua periode 2010 – 2015 dan mengusulkan untuk menjadi ketua DPW LDII Papua yang baru yaitu Bapak Sugiyono.
Dalam sambutan usai pengukuhan, Sugiyono mohon doa serta dukungan agar dapat menjalankan amanah ini dengan tulus dan penuh tanggung jawab agar LDII semakin maju dan berkembang.
“Kepada jajaran pengurus dan dewan penasihat yang baru saja terpilih semoga semakin solid dan terus bekerja sama untuk memaksimalkan pelayanan umat dan mohon dukunganya untuk terus dapat meningkatkan 8 (delapan) kluster kontribusi LDII di Tanah Papua yang kita cintai ini,” ujar Sugiyono yang berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja sehingga mencapai keberhasilan kegiatan ini.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh peserta maupun panitia yang terlibat dalam kegiatan ini. Termasuk keberhasilan kolektif dalam kontribusi dan pelayanan umat selama 5 (lima) tahun yang dievaluasi kinerjanya dalam muswil ini.
“LDII dikenal sebagai organisasi pembelajar yang selalu berkembang mengantisipasi tentang lingkungan strategis yang ada, antisipasi terhadap tantangan-tantangan jaman, dan tantangan kedepan semakin besar oleh karenanya tantangan tersebut agar dapat diselesaikan sehingga kontribusi LDII di Tanah Papua ini betul-betul dinilai sebagai kontribusi positif dan LDII harus wajib memberikan manfaat kepada seluruh penduduk yang ada di Papua ini,” terang Chriswanto.
Kepada pengurus yang baru terpilih yang diamanahkan dalam muswil ini, lanjut Chriswanto, bukan merupakan jabatan, namun ini adalah amanah kerja keras untuk menunjukan LDII dapat memberikan manfaat keberadaanya. “Saya yakin pengurus terpilih mampu mengemban tugas itu,”ujarnya.
Menurut Chriswanto, kerja sama beda dengan sama-sama bekerja. Kerja sama ada 4 (empat) unsur yang harus terpenuhi. Pertama, dalam menciptakan kerja sama maka harus melihat sisi positif bukan yang dilihat sisi negatifnya. Kedua, agar team building berhasil harus rela berkorban dan pengabdian yang tulus bukan niat mencari keuntungan pribadi dalam organisasi, sehingga perlu pengorbanan untuk maju secara kolektif dan bekerja sama sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing.
Ketiga, harus ada komunikasi yang baik antar pengurus terhadap segala sesuatunya, jangan sampai segala sesuatunya tidak dikomunikasikan, sering bermusyawarah untuk mengambil sebuah keputusan lalu berikhtiar hasilnya diserahkan kepada Allah SWT.
Keempat, harus ada unsur kepemimpinan yang taat asas, saat ini anda sudah sepakat memilih pemimpin yaitu Bapak Sugiyono itu adalah sebuah resiko anda harus taat asas inilah praktek kerja sama kolektif kolegian.
“Selamat bekerja dengan keras dan supaya betul-betul melaksanakan dengan tupoksi kita masing-masing agar keberadaan LDII memberikan manfaat terhadap saudara-saudara di Papua, kalau LDII bermanfaat maka akan memberikan energi positif kepada saudara-saudara sekalian, mari kita bangun dan kontribusi di Tanah Papua menuju baldatun Thoyibatun warobbun Ghofur,” tutup Chriswanto. (Humas LDII/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *