Trigana Air Service Pastikan Tak Angkut Penumpang Dari Jayapura Ke Wamena

Pesawat ATR 72 Seri 300 milik Trigana Air Service yang mengangkut penumpang dari Jayapura beberapa waktu lalu.  (Foto : Denny/Cepos)

WAMENA- Aviasi Trigana Air Sevice yang beroperasi mengangkut penumpang dari Jayapura -Wamena dan Wamena -Jayapura memastikan mulai hari ini tak mengangkut penumpang dari Jayapura ke Wamena, pasca adanya penggerebekan posko pelayanan Rapid tes Pemda Jayawijaya di Sentani, Kabupaten Jayapura kemarin (21/10).
Mananager Trigana Air Service Wamena, Michael Biduri ketika dihubungi ceposonline via selulernya mengatakan mulai Kamis (22/10) pihaknya hanya mengangkut kargo dari Jayapura menuju Wamena. Sementara angkutan penumpang dari Wamena- Jayapura tetap dilakukan seperti biasa.
“Kita ikuti instruksi Pemda Jayawijaya untuk tidak angkut penumpang dari Jayapura untuk sementara. Sebab pelayanan rapid tes di Posko Covid -19 Jayawijaya belum membuka pelayanan rapid bagi penumpang,”ungkapnya.
Biduri juga menyatakan , meskipun tanpa ada petujuk pemda, Trigana juga tak berani mengangkut penumpang yang belum melakukan rapid tes untuk memeriksa Covid. Oleh sebab itu untuk sementara pelayanan angkutan penumpang hanya dilakukan dari Wamena ke Jayapura saja.
“Kita tunggu perkembangan dari Posko Covid-19 Jayawijaya di Sentani dulu. Kalau sudah bisa membuka pelayanan rapid kembali, kita bisa juga kembali mengangkut penumpang dari Jayapura lagi,”kata Michael Biduri.
Terkait dengan hasil pemeriksaan rapid di luar Posko Covid -19 Pemda Jayawijaya di Jayapura untuk penumpang agar bisa terbang ke Wamena, Michael Biduri mengaku belum mendapat petunjuk resmi soal itu dari Pemkab Jayawijaya.
“Kami belum tahu apakah kami bisa mengangkut penumpang dari Jayapura dengan surat hasil rapid dari luar Posko Covid -19 Jayawijaya atau tidak. Kami belum mendapat petunjuk dari pemda soal itu,”jelasnya.
Untuk penerbangan dari Jayapura-Wamena, Biduri mengatakan pihaknya juga akan melihat kondisi kargo di Jayapura. “Kalau ada kargo yang diangkut dari Jayapura, maka bisa terbang. Karena kalau hanya mengangkut penumpang dari Wamena-Jayapura saja tak bisa tutup operasional kita. Untuk itu kita harus angut kargo dari Jayapura dan itupun harus dilihat lagi ada kargo atau tidak untuk bisa terbang,”tutupnya. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *