Beberapa ruas Jalan dan Jembatan Wamena -Jayapura Rusak Berat, Perlu Jadi Perhatian

Tampak kondisi jalan rusak berat di salah satu ruas jalan Jayapura - Wamena . Terlihat yang ada  truk dan mobil Pick Up jenis Triton  yang berusaha melintas. Jelas membahayakan keselamatan. Foto siambil Senin (19/10). Foto: Terius for cepos

JAYAPURA –  Ketua Asosiasi  DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) Provinsi Papua, Terisus Yigibalom SH  meminta Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat dapat memperhatikan Infrastruktur dan pergerakan Pengendara yang dinilai tanpa aturan merusak jalan dan jembatan di jalan Wamena – Jayapura.

Ketua ADKASI Terius mengatakan dari perjalananya sendiri selama perjalan dari Lanny Jaya, Jayawijaya, Yalimo dan Kabupaten Keerom hinga Kota Jayapura banyak sekali terlihat kendaraan truk dan Triton yang lalu lalang dengan kondisi jalan yang rusak brat.

“Bagaimana Jembatan tidak rusak jika beban kendaraan dan angkutan tidak  sesuai beban jalan dan jembatan,” katanya kepada Cenderawasih Pos, di Waena, Senin, (20/10).

Ia  awalnya hanya mendengar saja, sehingga memilih untuk mengikuti jalan darat dari Lanny Jaya tersebut melihat, banyak jalan yang rusak akibat beban kendaraan yang melebihi beban jembatan dan jalan.

“Sebagai Katua Asosiasi saya memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah dan bagi kemajuan Pembangunan tapi ada Beberapa Masukan terutama untuk Jalan dan Jembatan khususnya Balai jalan dan jembatan untuk bisa melihat hal ini,” katanya.

Ia mengatakan,  banyak arus kendaraan membawa bama dan logistik bangunan dan yang menjadi masalah, jalam ini masih dalam proses pembangunan tapi lintas tanpa aturan.

“Yang kami temukan penumpang dan muatan  yang melintas jembatan dan jalan tidak sesuai beban karena beban yang lebih, bikin rusak jalan,” ujarnya.

Yigibalom mengatakan, pemerintah harus buat Pengawasan, dimana  kendaraan yang lewat harus dilihat sesuai dengan beban jalan dan jembatan, karena jika tidak, jalan dan jembatan rusak,  ini membuat biaya pemeliharaan jalan  makin besar.

“Kapasitas truk yang lewat membawa beban lebih dari beban kendaraanya hingga dampaknya truk dan strada juga triton banyak yang rusak,” katanya.

Yigibalom  juga mengharapkan kesadaran pengendara agar membawa beban sesuai kendaraannya.

“Yang menjadi kendalah adalah pemerintah sementara membangun tapi pihak pihak yang lewat juga bikin rusak,” paparnya,(oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *