Dipastikan Diresmikan Secara Virtual

Salah seorang pekerja sedang melakukan perawatan di tribun Stadion Lukas Enembe di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, belum lama ini. Stadion ini akan diresmikan secara virtual. (Foto : Erik / Cepos)

JAYAPURA – Peresmian Stadion Lukas Enembe, pergantian nama Bandara Sentani, launching jumlah OAP serta peresmian beberapa venue PON XX dipastikan akan dilaksanakan secara daring atau virtual tanpa penonton.
Kepolisian Daerah Papua bersama Panitia Besar PON Papua sepakat untuk rangkain ceremony peresmian infrastruktur PON dilaksanakan secara virtual.
“Rapat hari ini (Jumat,red) kami sudah menyampaikan semua pola yang kami buat dari hasil pertemuan dalam rapat sebelumnya. Kami sudah sampaikan langsung kepada Kapolda,” ungkap Ketua Harian PB PON Papua, DR. Yunus Wonda, SH., MH., kepada awak media saat ditemui di Mapolda Papua, Jumat (16/10) siang kemarin.
“Pertemuan tadi, pada prinsipnya Kapolda tetap mendukung dengan semangat yang ada untuk menyongsong PON XX 2021. Tapi kondisi Covid hari ini, kami sepakat dengan Kapolda bahwa kita tetap akan melakukan peresmian secara virtual tanpa penonton,” jelas Yunus Wonda.
Menurut Yunus, meski secara virtual, tapi Gubernur Papua, Lukas Enembe beserta Forkopimda dan stakeholder yang terlibat akan hadir dalam acara peresmian tersebut.
“Gubernur akan ada hadir di stadion, didampingi oleh Forkopimda, PB PON, dan stakeholder. Peresmian via live secara virtual yang akan disaksikan langsung seluruh masyarakat Papua, Indonesia, bahkan dunia dan kita tunjukkan bahwa kita sudah siap menyambut PON,” tegasnya.
Yunus juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarat Papua, khususnya yang berada di Kota dan Kabupaten Jayapura yang tak bisa hadir dalam ceremony.
“Kami sudah berusaha dan Kapolda yang juga anak Papua, beliau juga punya keinginan besar. Tetapi di sisi lain kami juga harus mengikuti protokol kesehatan yang memang menjadi suatu aturan yang harus kami ikuti,” ucap Yunus.
“Sehingga dalam posisi ini kami sepakati tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan aturan yang ada dengan peresmian secara virtual tanpa penonton,” pungkasnya.
Sementara itu, Polda Papua dan PB PON kembali melakukan pertemuan dalam rangka persiapan peresmian stadioan Papua Bangkit dan beberapa Venue PON di Mapolda Papua, Jumat (16/10) kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan beberapa catatan-catatan tentang landasan hukum dan beberapa atensi-atensi turun dari Presiden dan Kapolri.
“Mereka mencoba untuk memperkecil jumlah massa yang akan hadir di Stadion. Namun, dari hasil rapat kita harus sukseskan acara itu terutama untuk count down. Tetapi disatu sisi, kita lihat di mana-mana patuh dan taat terhadap protokol kesehatan penyebaran Covid-19,” terang Kapolda
Dikatakan, ada event- event atau liga-liga lainnya yang tidak diizinkan dengan menggunakan suporter atau penonton. Hal inilah yang dilemparkan kembali kepada panitia untuk berpikir kembali.
“Saran kami untuk virtual itu adalah mungkin yang terbaik. Kalau seandainya mau dipaksakan mungkin akan diwakili oleh Forkopimda dan beberapa orang yang ditunjuk saja,” jelas Kapolda.
Lanjut Kapolda, kegiatan peresmian stadion utama dan beberapa venue PON harus sukses. Tetapi ada tanggung jawab besar sebagaimana Indonesia sudah di posisi tiga besar terkait penanganan Covid-19 dan Papua sudah masuk 10 besar di Indonesia.
“Hal inilah yang harus kita jaga betul. Jangan sampai akibat berkumpulnya massa pada saat acara peresmian justru menambah dengan cepat jumlah paparan Covid-19,” pungkasnya. (eri/fia/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *