Generasi Muda Papua: Budaya dan Bahasa Ibu Jati Diri Mu

Tampak, Suasana Konser Gerakan Movement #sapubudayasapuwarisan  yang melobatkan musisi Senior, Generasi Milenial dari berbagai daerah dan bahasa yang menyanyikan lagu daerah,  di Pasar Mama – mama Papua, Sabtu, (10/10). foto: Noel/cepos

JAYAPURA –  Gerakan Movement #sapubudayasapuwarisan menggelar konser lagu daerah di Pasar Mama-mama Papua. Konser tersebut menampilkan kolaborasi pemuda milenial bersama musisi senior untuk mengkampanyekan terus menyanyikan lagu daerah.

Konser yang di isi sejumlah nama besar musisi Papua, Seperti Oyandi, Ko’nak Akistik, Manbewarek Bahaya, Papua Kustik, Wiwa Group, Mountain voice, Epo De’Fenomena,  Komunitas Saksofon Papua dan Mas Yewen Komedian Papua, berlangsung meriah.

Ketua group musik Komunitas Anak Akuatik (Ko’nak) Albert Gandeguai mengaatakan, Konak bersama musisi muda hari ini ingin mengembalikan lagu-lagu Papua yang orang tua nanyikan dengan bahasa ibu sebagai identitas Orang Papua.

“Saya tidak mau anak cucu saya tidak tahu bahasa ibu,  ini hal yang kurang ajar, menurut saya kita harus kembali menjadi orang Papua sesunggunya, dengan bahasa daerah dan budaya,” katanya.

Sementara ketua group Mambewarek Mikha Marisan mengharapkan saat ini kondisi generasi muda mulai melupakan budaya dan bahasa daerahnya, jadi saatnya kembali mengangkat dan menumbuhkan rasa cinta akan budaya dan bahasa daerah.

“Kami akan trus bernyanyi  dengan mengangkat bahasa daerah tidak hanya bahasa Biak, tapi seluruh bahasa daerah yang ada di Papua, kami belajar,” katanya.

Sementara itu, manajer group musik Oyandi Nelius Awaki mengatakan sebagai generasi ke tiga musisi Papua, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut

“Pesan saya untuk generasi muda saat ini belajarlah untuk mencintai dan menyanyikan lagu-lagu daerah sebagai harga diri dan jati diri mu karena kalau bukan kita yang menyanyi siapa lagi,” katanya

Selaku Inisiator Kegiatan #sapubudayahsapuwarisan Julio Foat mengatakan, hari ini hal yang positif di pasar Mama Papua karena generasi milenial dan senior-senior musisi lagu daerah bersama-sama berkolaborasi untuk bernyanyi.(oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *