11 Nama Mendaftar Jadi Cawabup di Parpol Koalisi 

Perwakilan partai Koalisi Bulan Demokrasi Karya Hati Nurani Kabupaten Biak Numfor ketika memberikan keterangan pers terkait dengan penutupan penjaringan Calon Wakil Bupati, di Sekretariat Koalisi, Kamis (8/10). ( FOTO: Fiktor/Cepos)

BIAK-Pendaftaran Calon Wakil Bupati Biak Numfor yang juga dibuka oleh partai Koalisi Bulan Demokrasi Karya Hati Nurani (BDKHN) Kabupaten Biak Numfor resmi ditutup, Kamis (8/10) kemarin. Sebelumnya juga panitia khusus pemilihan (Pansuslih) calon wakil bupati DPRD Biak Numfor juga sempat membuka pendaftaran calon wakil bupati (Cawabup).

  Hingga dengan waktu penutupan pendaftaran Cawabup  di Koalisi BDKHN (koalisi yang mengusung pasangan Bupati Herry A. Naap dan Wakil Bupati terpilih Almarhum Nehemia Wospakrik) terdapat 11 nama yang telah mendaftar. Koalisi BDKHN ini merupakan gabungan dari empat partai politik, masing-masing Golkar, PDI Perjuangan, Hanura dan PBB.

  Adapun ke-11 nama yang mendaftar di Koalisi BDHKN antara lain; Harada Jimmy Adams Hegemur, Mulyana Andi Rifai, Calvin Masnembra, Alexander Baransano, John G. Morin, Josef O. Korwa, Melkiadek Mambiew, Anwar Akbar, Abdul Kadir, Markus W. Boekorsyom dan Jimmy Carter Rumbarar Kapisa.

  Sedangkan di pendaftaran yang dibuka Pansuslih DPRD Biak Numfor ada tiga mendaftar dua diantaranya didaftarkan oleh Partai Golkar dan satu nama lainnya didaftarkan oleh PDI Perjuangan. Dua nama dari Partai Golkar adalah Ricard Max Krey dan Decky Morin, sedangkan nama dari PDI Perjuangan adalah Calvin Masnembra. Dari tiga nama yang mendaftar di Pansulih DPRD Biak Numfor, hanya Calvin Masnembra yang kembali mendaftar di Koalisi BDKHN.

  Koordinator Penjaringan Calon Wakil Bupati Koalisi BDKHN Yan Mbaro mengatakan, bahwa pada dasarnya proses pendaftaran yang dilakukan berlangsung dengan lancar dan tertib. Sementara berkas-berkas yang telah dimasukan oleh ke-11 orang diatas selanjutnya akan diverifikasi lalu, disodorkan ke Bupati Biak Numfor untuk dipilih menjadi dua nama dan selanjutnya diajukan ke DPRD Biak Numfor untuk diverifikasi kelengkapan berkasnya lagi lalu dipilih satu diantara dua.

  “Jadi apa yang kami lakukan di koalisi sudah sesuai dengan mekanisme, bahwa 11 nama yang sudah masuk akan kami verifikasi kelengkapan berkasnya lalu diajukan ke Bupati untuk dipilih maksimal dua nama lalu disodorkan ke DPRD Biak Numfor. Ya, nanti siapa yang akan terpilih soal kedua nama dari Bupati itu, saya kira semuanya kembali ke DPRD Biak Numfor, sebab yang memilihnya nanti adalah anggota dewan,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Kantor Sekretariat Pendaftaran Calon Wakil Bupati yang dibuka oleh Koalisi BDKHN, kemarin.

  Lalu bagaimana dengan pendaftaran yang sempat di buka oleh Pansulih Calon Wakil Bupati DPRD Biak Numfor? Yan Mbaro yang didampingi oleh pengurus gabungan partai koalisi BDKHN dengan diplomasi menjawab; “Kami tidak akan mengkomentari hal itu (maksudnya pendaftaran di Pansulih DPRD Biak), intinya proses pendaftaran atau penjaringan calon wakil bupati adalah wilayah koalisi dan itu kami sudah lakukan,” tandasnya singkat.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *