Cabuli 20 Anak di Bawah Umur, Pria Paruh Baya Resmi Tersangka 

Anggota Polres Jayapura, Kompol Zet.  didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Sigit saat menunjukkan barang bukti pakaian yang digunakan salah satu korban pencabulan anak di bawah umur di Mapolres Jayapura, Selasa (6/10).

SENTANI-Sungguh bejat kelakuan seorang pria paruh baya berinisial AR (50). Ia diduga telah mencabuli  20-an anak yang semuanya masih di bawah umur.

Wakapolres Jayapura, Kompol Zet. S menjelaskan, aksi pencabulan yang dilakukan pelaku yang sudah berstatus tersangka itu, semata-mata hanya ingin melampiaskan hasrat seksualnya.

Kasus pencabulan anak di bawah umur ini mulai terungkap ketika dua korban yang merupakan kakak-beradik JS (7) dan MS (8) melakukan pengaduan ke Polres Jayapura. Dari situ kemudian sejumlah korban mulai mendatangi Polres Jayapura untuk mengadukan hal yang sama terkait pelecehan atau pencabulan yang dilakukan oleh AR.

Polisi memastikan, AR telah melanggar ketentuan  undang-undang  tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Selama ini yang menjadi korban cabul kurang lebih ada 20 anak. Ini sangat disayangkan. Korbannya rata-rata usia 7 tahun, 8 tahun ada 11 tahun,”ungkap Kompol Zet pada saat jumpa pers di Mapolres Jayapura, Selasa (6/10), kemarin.

Polisi masih terus mendalami kasus pencabulan anak di bawah umur ini, mengingat jumlah korban sekitar 20-an orang anak.

“Kita sedang mendalami kasus ini, tentu kalau semuanya sudah memberikan keterangan, kita akan mengambil kesimpulan, apakah ada kelainan dan sebagainya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan awal, tersangka mengaku tindakan tersebut dilakukan semata-mata karena ingin memuaskan hasrat seksualnya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku melakukannya di berbagai tempat mulai dari rumah pelaku, di atas kendaraan bahkan di jalanan.

“Dari hasil pendalaman kita, masih sebatas kesenangan sehingga pelaku melakukan hal ini. Ingin memuaskan diri melalui cara itu. Pelaku melancarkan aksi bejatnya itu, tidak saja dilakukan di rumah, ada yang di jalan bahkan ada yang di atas kendaraan. Dimana para korban sebenarnya sedang bermain sehingga pelaku memanfaatkan kesempatan tersebut,”tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *