5 Ton Beras Produksi Merauke Diekspor ke PNG

Penjabat Sekda Kabupaten Merauke Ruslan Ramli, SE, M.Si saat melepas ekspor 5.000 ton beras ke PNG ditandai pemotongan pita di halaman Kantor Bupati Merauke, Selasa (6/10) ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE – Sebanyak 5.000 kg beras hasil produksi petani Merauke diekspor ke PNG, Selasa (6/10). Pelepasan dilakukan Penjabat Sekda Merauke Ruslan Ramli, SE atas nama bupati Merauke didampingi Karantina Pertanian Merauke Sudirman, SP.
Kepala Karantina Pertanian Sudirman mengungkapkan, beras 5.000 kg atau sekitar 5 ton tersebut merupakan bantuan yang dilakukan oleh PT. BIA kepada warga yang ada di PNG yang memiliki tanah ulayat di wilayah Indonesia, tepatnya di sekitar areal perusahaan di Distrik Ulilin.
‘’Ada 35 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan beras ini. Karena sudah beda negara, maka pengiriman beras melalui Distrik Ulilin ke PNG tersebut dilakukan dengan sistem ekspor,’’ujarnya.
Sebelum dilakukan pengiriman beras ke PNG lewat Ulilin, terlebih dahulu beras tersebut lolos karantina pertanian.
‘’Jadi pihak pengirim harus melengkapi dokumen sebagaimana ekspor yang dilakukan ke suatu negara, meski ini bersifat bantuan dari perusahaan,’’ jelasnya.
Menurutnya ekspor beras dari PT BIA lewat Ulilin tersebut dilakukan setiap tahun. Bberas yang ekspor ini adalah beras jenis medium, bukan beras premium.
‘’Karena ini bukan diperdagangkan tapi bersifat bantuan maka jenis beras ini adalah beras medium,’’ terangnya.
Sudirman menambahkan, pihaknya sangat mendorong kegiatan ekspor karena ada program dari Kementerian Pertanian yakni gerakan 3 kali lipat ekspor.
‘’Karena itu, kita harus bersinergi dengan lembaga lain bagaimana komoditi-komodoti ini berkualitas ekspor. Selama ini yang baru memenuhi standar ekspor adalah CPO. Sedangkan lainnya seperti Kayu Gaharu, Gambir dan Jenetri masih dalam proses di luar Papua.
Sementera itu, Penjabat Sekda Ruslan Ramli memberikan apresiasi kepada pihak PT BIA yang telah mengekspor hasil panen petani di Merauke. Karena selain semakin memperkenalkan hasil pertanian Merauke, juga membantu petani menyerap hasil panen yang mengalami persoalan pada sisi penyerapan. (ulo/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *