Lima Pelaku Perjalanan dari Makassar  Positif  Covid-19

dr. Nevile R. Muskita (Sulo/Cepos)

MERAUKE– Lagi  dan lagi,  pelaku perjalanan terpapar  Covid-19.  Jika  dalam  beberapa hari  terakhir,  penambahan   Covid-19 di Kabupaten Merauke  didominasi  pelaku perjalanan  dari Jayapura, maka kali  ini   yang  terkonfirmasi  positif   Corona adalah  dari  Makassar. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, lima orang sekaligus.

  “Kalau hari ini  ada tambahan   terkonfirmasi  positif-19   sebanyak 6 orang, dimana  5  diantaranya pelaku perjalanan dari Makassar,’’ kata   Juru  Bicara Satgas Covid-19   Kabupaten Merauke dr. Neville  Raimond  Mustika, ketika   dihubungi  media  ini,  Minggu   (4/10).       

   Sementara  satu pasien terkonfirmasi  positif, terpapar dari  pelaku perjalanan  tersebut. Dengan  adanya tambahan   positif  ini,  maka  jumlah  terkonfirmasi  Covid-19 di Kabupaten Merauke secara kumulatif  sebanyak 97  orang.  Meski ada tambahan  6 orang, namun  ada juga  4 orang yang  selama  ini menjalani  isolasi dan perawatan di RSUD Merauke  dinyatakan  sembuh, sehingga total yang sembuh secara kumulatif  tercatat  77  orang.

   Karena ada 4 pasien yang sembuh tersebut, sehingga  yang  menjalani isolasi dan  perawatan sebanyak 20  orang. Kendati selama  ini, kasus Covid-19  di  Kabupaten Merauke  didominasi  pelaku perjalanan, namun menurut  Neville Muskita,  penerbangan   tetap akan dibuka.  Sebab, kesehatan masyarakat  penting, namun ekonomi  juga sangat  penting.

   Yang perlu  dilakukan masyarakat  adalah   disiplin dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan   dengan  menggunakan  masker,   jaga jarak dan sering mencuci  tangan. Sementara   bagi setiap pelaku perjalanan  yang  baru tiba di Merauke  diharuskan  untuk melakukan   karantina  selama 14  hari untuk memutus mata rantai  penyebaran  Covid-19.

  Sebab, meski  saat akan  berangkat   menggunakan  pesawat   tersebut  sudah  dilakukan   rapid test  yang non reaktif , namun  hasil tersebut  belum menjamin seseorang   tidak terpapar  Covid-19. “Sehingga  ketika  dia tiba  di Merauke  maka  wajib hukumnya melakukan karantina mandiri,” terangnya.

   Melalui  Satgas  Covid-19, kata Nevile Muskita, identitas maupun   nomor  HP dari setiap   pelaku  perjalanan tersebut  telah  terkoneksi  dengan  petugas  di puskesmas   yang melakukan tracing  bagi pelaku perjalanan  tersebut. “Sehingga  ketika   ada gejala, maka  segera  menghubungi  puskesmas  terdekat,” paparnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *