Terpapar Covid-19,  Penetapan Nomor Urut Ditunda

Pasangan Muh Markum-Malensius Musui saat  ditetapkan nomor urut melalui pleno terbuka penetapan dan pengumuman nomor urut calon bupati dan wakil bupati Keerom yang digelar di halaman Kantor KPU Keerom, Kamis (24/9). ( FOTO: Noel/Cepos)

KEEROM – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Keerom terpaksa menunda penetapan nomor urut  dari dua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati   Keerom. Karena, dari hasil swab tes dua pasangan calon bupati dan wakil bupati tersebut, ada yang positif terpapar Covid-19

  Ketua KPU Keerom, Melianus Gobay mengatakan mereka yang terpapar adalah calon pasangan  Piter Gusbager – Wahfir Kosasih dan pasangan  Yusuf Wally – Hadi Susilo.  Kedua pasangan kandindat ini ditunda, karena ada yang  positif Covid-19.

  Sementara pasangan Muh Markum-Malensius Musui ditetapkan nomor urut melalui pleno terbuka penetapan dan pengumuman nomor urut calon bupati dan wakil bupati Keerom yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Keerom di halaman Kantor KPU setempat, Kamis (24/9).

  “Ini bukan soal pencabutan atau aklamasi, tetapi ini ditetapkan langsung. Ada dua pasangan yang tertunda penetapannya ,yaitu pasangan Piter Gusbager- Wagfir Kosasih dan pasangan Yusuf Wally-Hadi Susilo. Yang jelas dari kedua pasangan ini ada yang positif Corona, sehingga terjadi penundaan,” katanya di Kantor KPU Keerom, Kamis, (25/9).

  Terkait penundaan ini,  Gobay mengatakan KPU Keerom mengagendakan penetapan atau pencabutan nomor urut terhadap dua pasangan calon lainnya pada tanggal 3 dan 6 Oktober mendatang.

“Pada pemeriksaan tahap kedua, apabila hasilnya negatif corona, dan sesuai jadwal pada tanggal 3 dan 6, jadi mereka berdua bisa lanjut  ke tahap kedua, karena hasilnya sudah negatif,” ujarnya Melianus enggan membeberkan siapa nama dari kedua pasangan yang sudah positif Corona berdasarkan hasil Swab.

  Ia  juga memastikan tahapan kampanye pasangan calon akan dimulai pada 26 September hingga 5 Desember dengan mengacu pada PKPU Nomor 13 tentang batasan kampanye. Demikian juga rapat dilaksanakan secara terbatas, sedangkan rapat umum ditiadakan.

  “Para calon pada saat ini harus memiliki strategi dalam berkampanye, karena rapat umum sudah ditiadakan, berarti sudah tidak bisa mendatangkan masa dalam kampanye tersebut,” kata Melianus. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *