Dievakuasi Pakai Tali Safety

DIBOPONG: Salah satu kru helikopter dibopong tim gabungan setelah berhasil dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Nabire, Sabtu (19/9). ( FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

Tiga Kru Helikopter PT. NUH Dirawat di RSUD Nabire 

JAYAPURA- Tiga hari mendarat darurat di pinggiran Kali Degewou kawasan hutan pedalaman Kabupaten Paniai dengan ketinggian 4.700 Mdpl. Tiga kru helikopter PK USS milik PT. National Utility Helicopters (NUH) akhirnya berhasil dievakuasi tim pencarian gabungan, Sabtu (20/9).

Adapun identitas tiga crew yang hilang kontak sejak Kamis (17/9) yakni Capt. Endi Nawalaga, Capt Erik Kurniawan dan crew M. Aswar Jamal.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, ketiga crew dievakuasi ke Bandara Aturure Douw Nabire menggunakan helikopter Air Fast milik PT. Freeport dengan register PK-ZGR. Usai dievakuasi, mereka langsung dibawa ke RSUD Nabire untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dijelaskan, proses penyelamatan ketiga orang tersebut dilakukan dengan mengangkat para crew dengan tali safety dari udara. Sebagaimana tepat di titik pendaratan darurat Helikopter PK USS yang mendarat darurat.

“Proses penyelamatan dilakukan dengan mengangkat para kru dengan tali safety dari udara. Dua kru pertama yakni pilot Capt. Endi Nawalaga dan Capt. Erik Kurniawan. Mereka diangkut helikopter Airfast PK-ZGR bantuan dari PT. Freeport Timika yang menuju lokasi helikopter PK USS di Paniai, kemudian melakukan pemetaan lokasi dan mengevakuasi korban,” jelas Kamal, Minggu (20/9).

Lanjut Kamal, setibanya di helipad Km 100 Distrik Siriwo Nabire. Kedua korban langsung dievakuasi ke RSUD Nabire menggunakan helikopter Asian One PK-LTA.

Setelah itu, helikopter Airfast PL-ZGR kembali mengevakuasi kru Muhamad Aswar Jamal dari lokasi pendaratan darurat dan dilarikan ke RSUD Nabire.

“Ketiga kru helikopter tersebut dinyatakan dalam keadaan selamat. Ketiganya masih menjalani perawatan medis di RSUD Nabire,” jelas Kamal.

Sebelumnya, helikopter PK-USS milik PT.  NUH dilaporkan hilang kontak pada Kamis (17/9). Setelah dilakukan pencarian, Heli ditemukan di ketinggian 4700 meter di atas permukaan laut.

Ketika tim gabungan melakukaan pemetaan lokasi yang diduga rute heli PK-USS, mereka melihat kru memberikan tanda-tanda meminta pertolongan dengan menggunakan lambaian menggunakan kain merah pada Jumat (18/9). (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *