Tidak Mau Tau, Siswa Tidak Terjangkau Internet Harus Dapat Bantuan

Christian Sohilait ST. M.Si ( FOTO: DPPAD For Cepos)

JAYAPURA-Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan Dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Christian Sohilait ST. M.Si meminta dengan tegas Pemerintah Pusat harus juga memberikan bantuan kepala siswa yang belajar secara luring (luar jaringan) di Papua.

Hal ini ditegaskanya karena bantuan kouta internet dari Kemendikbud RI sebesar 9 Trilun untuk seluruh Indonesia hanya dapat dirasakan di Papua sebesar 34 Persen wilayahnya. Sementara untuk daerah tidak terjangkau internet sebesar 66 persen anak-anak di wilayah tersebut tidak dapat merasakan bantuan tersebut.

“Kita bahasanya tidak mau tau, jika anak anak lainnya di bagian Negara ini mendapatkan bantuan, maka anak-anak saya di pedalaman yang tidak terjangkau maka harus juga mendapatkan bantuan pendidikan. Apakah dengan guru-guru menjangkau kerumah-rumahnya, pengadaan radio atau juga pengadaan buku-buku,”Ungkap Sohilait, Kamis (17/10)

Menurutnya jika anak-anak yang tidak dapat belajar secara daring tersebut tidak mendapatkan bantuan pendidikan apapuan maka akan terjadi ketimbangan. Dimana anak-anak pedalaman akan semakin ketinggalan pendidikan dimasa pandemi Covid 19.

Ia mengatakan telah menyampaikan data 66 persen wilayah Papua tidak terjangkau internet sehingga otomatis anak-anak di wilayah tersebut tidak dapar belajar seperti anak-anak di daerah lainnya. Sehingga bila hal tersebut di biarkan maka letertinggalan pendidikan di Papua akan jauh.

“Kita sudah mulai input nomor hanphone siswa dan guru, mereka akan mendapatkan bantuan kouta untuk belajar. Tapi bagaimana dengan anak-anak kami di Pedalaman. Mari kita lihat hal ini dan Pemerintah Pusat harus jeli melihat persoalan ini,”Pungkasnya.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *