Omzet Belum Stabil,  Berharap Virus Corona Segera Berakhir

Tampak warung makan lalapan di samping Mapolda Papua di APO yang kini sudah mulai berjualan lebih awal karena adanya penambahan waktu operasional hingga pukul 21.00 WIT,  Selasa (15/9) lalu. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Warung Makan di Jayapura setelah Adanya Penambahan Jam Operasional hingga Pukul 21.00 WIT

Adanya penambahan jam operasional bagi pelaku usaha  oleh Pemkot Jayapura dari pukul 06.00 -21.00 WIT, disambut baik pelaku usaha. Apa harapan mereka dengan masih adanya pandemi Virus Corona.

Laporan : Priyadi-Jayapura.

Mulai 3 September 2020, pemerintah Kota Jayapura telah menetapkan adaptasi New Normal dan  aktivitas masyarakat ditambahkan lagi waktunya. Dari sebelumnya pukul  06.00 WIT-18.00 WIT  menjadi sampai pukul 21.00 WIT.

Ditetapkannya New Normal untuk Kota Jayapura disambut baik pelaku usaha. Termasuk warung makan, pedagang kaki lima dan kios karena bisa beroperasi lebih lama, sehingga pendapatan mereka juga meningkat.

Walaupun demikian, wali kota juga meminta penerapan New Normal bukan berarti masyarakat bebas begitu saja, tapi penerapan protokol kesehatan harus dilakukan dengan baik, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Ati penjual warung makanan lalapan di Entrop mengaku sangat bersyukur karena saat ini aktivitas pelaku usaha sudah diperpanjang hingga pukul 21.00 WIT. Hal ini sangat membantu sekali dalam meningkatkan pendapatan, walaupun belum sepenuhnya kembali seperti sebelum terjadi pandemi Virus Corona.

Ati menjelaskan, untuk mendongkrak pendapatan ia memilih membuka warung makan lebih awal dan untuk bahan jualan juga dikurangi supaya tidak terlalu banyak, karena tingkat aktivitas warga saat ada pandemi Corona juga jarang ke luar malam.

“Secara pendapatan memang kita masih belum stabil karena ada pembatasan waktu, tapi dengan adanya kelonggaran ini juga sangat membantu, kami harap Virus Corona bisa hilang dan aktivitas bisa kembali normal,”jelasnya.

Menurut Ati, saat ini dengan adanya patroli pengawasan protokol kesehatan yang semakin ketat, ia juga tidak berani lagi jualan seperti dulu, bisa melebihi waktu. Namun sekarang ia memilih mengikuti aturan pemerintah.

Di tempat terpisah penjual lalapan di samping Polda Papua Udi juga mengaku sama, saat ini dalam berjualan harus lebih awal supaya ada peningkatan pemasukan. Kalau jualan mulai jam 18.00 WIT tentu pemasukan semakin sedikit namun jika sudah buka dari sore hari tentu setidaknya bisa meningkatkan pendapatan.

Diakui, karena tempat jualannya harus bongkar pasang supaya tidak  repot maka pihaknya juga berinisiatif dan meminta izin supaya tenda jualan tetap tidak dibongkar hal ini supaya tidak memakan waktu dalam pemasangan.

Ia berharap Virus Corona bisa segera berakhir dan situasi kembali normal, karena semenjak ada Virus Corona pemasukan juga berkurang. Biasanya banyak pelanggan membeli tapi kini jarang-jarang. Oleh karena itu, dengan kondisi saat ini dalam menyiapkan bahan jualan juga harus diperhitungkan tidak boleh banyak-banyak.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *