Almarhumah Seorang Polwan yang Ramah, Supel dan Rendah Hati

Suami dan tiga anak almarhum serta orang tua memandang jenazah sebelum dimakamkan di tempat pemakaman, Rabu (16/9) kemarin. (Elfira/Cepos)

Bripka Christin Meisye di Mata Atasan, Rekan dan Kerabat

Rabu (16/9) pagi kemarin benar-benar menjadi berita yang menyedihkan terutama di jajaran Propam Polda Papua. Ketika akan pergi ke Polda Papua Bripka Christin Meisye ditabrak mobil New Hilux sekitar pukul 07.00 WIT. Bagaimana Almarhumah di mata atasan, kerabat dan rekan kerja?

Laporan-Elfira

Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah Bripka Christin Meisye Batfeny (36), Anggota Polwan Sat Bid Propam Polda Papua di rumah duka Jalan Nenas Polimak 1 Depan Gereja Maranatha, Distrik Jayapura Selatan, Rabu (16/9).

Tangisan pecah di depan rumah duka, kerabat datang silih berganti dan karangan bunga ucapan duka berjejer rapi. Lantunan ayat-ayat suci menggema.

Sungguh, ini hari kelabu bagi keluarga dan kerabat yang ditinggal pergi oleh Ibu 3 anak ini usai mengalami kecelakaan maut di Jalan Ardipura, tepatnya tikungan dekat bengkel Alfian Polimak I, Distrik Jayapura Selatan. Saat perjalanan ke Mako Polda untuk mengikuti apel pagi.

Saat keranda jenazah diturunkan dari Mobil Ambulance milik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, anak almarhum berteriak histeris, “Bunda, bunda, bangun bunda” hingga keluarga memeluk untuk menghentikan tangisan anak yang baru duduk di bangku Sekolah Dasar itu. Namun, tangisannya terus menjadi-jadi dan tetap berteriak “Bunda, bunda bangun bunda”

Dimata atasan dan kerabat, almarhum merupakan seorang Polwan yang ramah, supel rendah hati bahkan selalu humoris dengan anggota lainnya ketika bertugas di lapangan. Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol Sance Napitupulu mengaku, almarhum orang baik, rajin bergaul sama teman-temannya, suka humor bersama teman-temannya di Provost.

“Kami sangat kehilangan dengan sosok almarhum, kualitasnya untuk memeriksa anggota Polwan sangat luar biasa. Tidak semua orang bisa memeriksa dengan baik seperti almarhum,” kisah Sance.

Since ingat benar, terakhir bertatap muka dengan almarhum pada Senin (14/9) di lapangan apel Mapolda Papua. Tak ada perbincangan serius saat itu, karena sedang apel pasukan dan pengarahan.

“Almarhum seorang polwan yang patut diteladani kebaikan dan kinerjanya,” kenangnya.

Kebaikan almarhum juga disampaikan kerabatnya Kanit PPA Polresta Jayapura Kota Ipda Tantu Usman. Baginya, almarhum orang yang ramah, supel, rendah hati, mudah bergaul dengan siapa saja

“Yang jelas dia orang baik yang saya Kenal di lingkungan Polda Papua,” ucap sahabat almarhum.

Bukan hanya di lingkungan Polda Papua saja kebaikan almarhum, bahkan di lingkungan sekolah dimana anak almarhum menimba ilmu. Ia dinilai sebagai bunda yang sangat baik terhadap anak-anak. “Di lingkungan sekolah anaknya, almarhum dikenal sebagai bunda yang sangat baik. Selalu ceria, periang dan mudah bergaul dengan siapa saja,” kisahnya.

Kebaikan-kebaikan almarhum semasa hidup membuat Ipda Tantu begitu merasa kehilangan akan sahabatnya itu.

Dirinya meminta agar pelaku harus diadili sesuai proses hukum yang berlaku, sehingga menjadi  contoh bagi yang lain. Bahwa  pada saat berkendaraan berhati-hati dan mengutamankan  keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Kapolsek Muara Tami AKP Jubelina Wally mengaku almarhum seorang Polwan yang murah senyum, suka menyapa dan sangat peduli kepada siapa saja. “Senyummu hilang bersama kepergianmu hai putri warapsari,” ungkap Kapolsek Muara Tami. Usai disalatkan di Masjid Bucen, jenazah dimakamkan di Tanah Hitam pemakaman muslim (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *