Akses Pasar Dipalang, Pedagang Lintasan Luar Rugi Besar

Tunggu bupati, sejumlah mobil pengangkut barang jualan saat parkir di lapangan apel Kantor Bupati Jayapura. Mereka menunggu bupati agar bisa diberikan ongkos pulang setelah barang jualan mereka tidak bisa dipasarkan, Kamis (17/9).(Foto : Robert Mboik/Cepos)

SENTANI- Akses jalan masuk Pasar Pharaa Sentani yang dipalang oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik ulayat tanah Jalan Pasar Pharaa Sentani, membawa dampak bagi banyak orang terlebih khusus para pedagang yang kesehariannya beraktivitas di pasar tersebut.

Selain masalah kemacetan, sejumlah pedagang kecil juga terpaksa mengalihkan sementara tempat jualan mereka ke pinggir jalan umum. Yang paling miris lagi, seluruh penjual sayuran dan buah-buahan dari luar kota Sentani seperti Genyem dan sekitarnya harus menelan pil pahit lantaran barang jualan mereka tidak bisa lagi terjual.

“Hari sudah siang, langganan kami sudah pulang, otomatis jualan ini tidak biaa terjual. Kami juga tidak punya uang ongkos pulang pergi, mana untuk kebutuhan lain,” kata Susana Breiram salah satu penjual pisang asal genyem ketika ditemui Cenderawasih Pos di lapangan apel Kantor Bupati Jayapura, Kamis (17/9) pagi.

Susana mengaku, akibat adanya pemalangan akses jalan masuk pasar Pharaa, penjual pisang buah dan sayur-sayuran yang berasal dari daerah Genyem harus mengalami kerugian yang cukup besar. Karena selain tidak mempunyai uang untuk ongkos kendaraan yang dipakai untuk muatan hasil bumi yang akan dijual ke kota, mereka juga tidak mempunyai uang untuk belanja keperluan sehari-hari.

“Biasanya kami bayar kendaraan itu pulang pergi. Terus dari hasil jualan ini juga kami belanja kebutuhan sehari-hari seperti gula, garam, beras tapi hari ini kami rugi banyak,” jelasnya dengan wajah lesu.

Menurutnya untuk berangkat dari daerah Genyem ke kota Sentani, mereka harus rela tidak tidur semalaman, karena harus mulai berangkat sekira pukul 00.00 hingga 01.00 WIT. Karena barang-barang jualan yang dibawa dari kampung itu akan langsung dipasarkan kepada pedagang yang sudah menjadi langganan mereka.

“Paling lambat itu jam tiga sampai jam empat pagi itu barang-barang ini sudah dijual belikan kepada langganan kami. Tetapi hari ini tidak mungkin lagi terjual karena mereka sudah tidak ada. Apalagi sekarang kondisi seperti ini,” ujarnya

Oleh karena itu mereka meminta Bupati Jayapura supaya memberikan kompensasi terkait kerugian yang mereka alami akibat aksi pemalangan jalan masuk pasar Pharaa Sentani itu.

“Kami akan menunggu di sini sampai bupati kasih kami uang untuk biaya kendaraan yang kami pakai pulang pergi. Terus kami juga minta kejelasan barang-barang yang kami bawa ini, pemerintah juga harus tanggung jawab,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, media ini belum berhasil mengkonfirmasi pihak pemerintah dan sampai saat ini masyarakat juga masih menunggu kehadiran pemerintah untuk memberikan penjelasan terkait peristiwa ini. (roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *