Rusia Berikan Beasiswa bagi 10 Pelajar OAP

Direktur Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Rusia (PKR) Vitaly Glinkin bertemu Kepala BPSDM Papua di Kantor Kedutaan Besar Rusia Jakarta, Kamis (10/9) lalu. ( FOTO: BPSDM PAPUA FOR CEPOS)

JAYAPURA– Sepuluh pelajar Orang Asli Papua (OAP) berkesempatan mendapatkan beasiswa studi dari Pemerintah Rusia.

Direktur Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Rusia (PKR) Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia, Vitaly Glinkin, mengungkapkan, Pemerintah Rusia berkeinginan agar putra-putri asli Papua dapat bergabung dengan peneliti-peneliti Rusia, untuk melakukan riset bersama guna menciptakan vaksin yang dibutuhkan masyarakat dunia saat ini seperti vaksin virus Corona (Covid-19) dan lainnya.

“Kami berharap kerja sama Pemerintah Rusia dan Pemerintah Provinsi Papua dapat memfasilitasi putra-putri Papua melanjutkan studi dan penelitian di bidang farmasi dan laboratorium, sehingga mereka dapat bergabung dengan peneliti-peneliti Rusia untuk membuat vaksin yang dibutuhkan dunia,”ungkap Vitaly Glinkin saat menerima kunjungan Pemprov Papua di Kantor Kedutaan Besar Rusia Jakarta, Kamis (10/9).

Glinkin mengatakan,  kerjasama pendidikan dan pengembangan SDM antara Pemerintah Rusia dan Pemprov Papua berlangsung sangat baik. Sejak 2016 hingga 2019, Pemerintah Rusia memberikan beasiswa khusus bagi pelajar dan mahasiswa Papua untuk melanjutkan studi di Rusia.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Papua yang memberikan kepercayaan kepada kami untuk mendidik anak-anak Papua di Rusia. Saya berkeinginan berjumpa langsung dengan bapak gubernur dan wakil gubernur di Jayapura Papua,” sambungnya.

Atas nama Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Aryoko Rumaropen menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Rusia yang komitmen membantun pengembangan SDM OAP.

“Bapak gubernur dan wakil gubernur Papua menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Rusia yang menerima dan memberikan kepercayaan kepada anak-anak asli Papua melanjutkan kuliah di Rusia,” terang Aryoko Rumaropen.

Seperti diketahui, pada 2019 sebanyak 26 pelajar/mahasiswa Papua telah dikirim ke Rusia, di mana 14 di antaranya mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Rusia. Sedangkan pada 2020 Pemerintah Rusia kembali memberikan beasiswa bagi 10 pelajar mahasiswa OAP. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *