Mahasiswa dan Pemuda Minta KPU Umumkan Bacalon yang Terpapar

Rafael Tibul Ketua Cabang GMKI Kota Jayapura didampingi beberapa rekannya memberikan keterangan terkait permintaan ke KPU untuk mengumumkan nama – nama bakal pasangan calon yang terpapar covid diumumkan, Sabtu (13/9) di Kotaraja. (FOTO: Gamel Cepos)

JAYAPURA – KPU Papua didesak untuk bisa segera mengumumkan bakal pasangan calon yang telah disebut terpapar covid 19. Ini dianggap penting dan tak perlu ditutup tutupi mengingat setiap  bakal Paslon pasti memiliki massa pendukung dan tim sukses. Jika itu tak diketahui pendukungnya maka bisa saja terjadi penularan. Apalagi korban dari virus covid sudah beragam termasuk pejabat sehingga bukan menjadi hal baru jika ada pejabat terpapar covid 19.

“Kami mintanya seperti itu, KPU perlu menyampaikan ke publik soal siapa saja bakal paslon  yang disebut positif covid itu, jangan ditutupi sebab nanti bisa KPU yang disalahkan jika terjadi penularan,” kata Rafael Tibul Ketua Cabang GMKI Kota Jayapura didampingi beberapa rekannya saat ditemui di Kotaraja, Sabtu (13/9). Saat ini seluruh daerah sudah masuk dalam era baru, era normal namun jika ini ditutup tutupi dan dibiarkan oleh KPU dan masyarakat tidak tahu maka sangat berpeluang terjadi penularan.

Tak hanya itu, KPU juga perlu berkoordinasi dengan pihak medis untuk sama – sama meminta tim sukses atau tim pemenangan dan keluarga terdekat dari bakal calon yang dinyatakan positif covid untuk bisa melakukan tes rapid secara massal. “Ini untuk memutus mata rantai penyebaran dan itu penting apalagi ada daerah yang masih zona hijau dan masyarakat masih menganggap aman – aman saja padahal sudah ada yang terinfeksi,” jelasnya.  “Kita mengantisipasi terjadinya lahirnya gelombang besar fase kedua,” imbuhnya.

Ia mengingatkan jangan sampai KPU yang sudah mengetahui ada bakal calon yang positif namun tidak menyampaikan dan akhirnya terjadi penyebaran. “Ini artinya KPU ikut salah, sampaikan saja toh di daerah lain pejabat dengan legowo mengumumkan sendiri tanpa rasa malu. Kenapa di Papua belum,” tanyanya. Senada disampaikan Ayub Yuur Ketua Mahasiswa Keerom dan Sisera Wambrauw mahasiswa Supiori dan Ferry Yual pemuda asal Yahukimo yang meminta KPU untuk mengumumkan.

Ketiganya menyampaikan bahwa pesta demokrasi khususnya di Papua sulit dihindari tanpa melibatkan massa. Masyarakat pasti ingin terlibat langsung apalagi momennya lima tahun sekali. “Jadi ketimbang terjadi penyebaran secara masive dan rakyat yang dikorbankan kami berharap ini diumumkan. Masyarakat hanya tahu ada yang terpapar tapi mereka tidak tahu mana saja. Orang sekelas menteri saja sebut namanya tanpa malu,”  jelas Ayub Yuur diiyakan rekan – rekannya. Terkait ini KPU Papua melalui  Melkias Kambu dari Divisi Teknis dan Penyelengara menyampaikan bahwa KPU masih akan melakukan pleno lebih dulu sebelum mengumumkan.

“Kami dengar di Yahukimo ada terpapar nah ini perlu disampaikan termasuk tim covid memperketat pintu masuk di bandara sebab daerah hijau yang kemarin bisa kami pertahankan kini bukan lagi jadi daerah hijau karena ada bacalon yang dinyatakan covid,” tutupnya.  (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *