Kendala Paket Data, Terpaksa Numpang Wifi di Rumah Keluarga

Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fisip Uncen, Yeremias Warijo, mengikuti ujian skripsi secara webinar dengan menumpang wifi keluarga di Perumnas 2 Waena, baru-baru ini. ( foto: Yewen/Cepos)

Melihat Aktivitas Mahasiwa S1 Universitas Cenderawasih Mengikuti Ujian Skripsi Secara Daring

Meskipun secara nasional pemerintah telah memberlakukan kehidupan kenormalan baru atau new normal dan Pemerintah Kota Jayapura juga telah memberlakukan new normal, tetapi aktivitas perkuliahan, termasuk ujian skripsi terhadap mahasiswa masih dilakukan secara daring atau online. Seperti apa saja ujian skripsi secara daring yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Cenderawasih?

Laporan: Roberth Yewen

Ujian skripsi secara daring nampaknya memiliki ketegangan tersendiri, dibandingkan ujian skripsi secara tatap muka atau secara langsung di ruang kelas. Hal inilah yang dirasakan oleh para mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) yang tengah mengikuti ujian skripsi secara daring.

Salah satunya adalah Yeremias Warijo, mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Cenderawasih ini mengakui bahwa ujian skripsi secara online melalui webinar  atau aplikasi zoom teryata berbeda ketika dirinya mengikuti ujian proposal skripsi secara langsung, dimana harus berhadapan dengan dosen penguji dan pembimbing secara langsung.

Jika saat ujian proposal skripsi, mahasiswa yang akrab disapa Yerry ini mengakui bahwa lebih tegang jika ujian secara langsung dengan dosen. Hal ini dialaminya saat mengikuti ujian proposal. Sedangkan pada saat ujian skripsi melalui webinar atau online ternyata tidak terlalu tegang, dibandingkan dengan ujian dilakukan secara langsung.

“Kalau saya ujian skripsi lewat webinar  tidak begitu menantang, dibandingkan saat saya mengikuti ujian proposal skripsi secara langsung yang sangat penantang karena bertemu secara langsung dengan dosen penguji dan membimbing,” ungkapnya kepada cenderawasih pos di Waena, Sabtu (12/9).

Dalam mengikuti ujian skripsi tentu banyak kendala yang dihadapi, salah satunya adalah penggunaan paket data internet yang selama ini menjadi terkendala bagi mahasiswa, dimana saat ujian menggunakan handpone, tentu banyak hambatan.

Hal inilah yang dialami oleh Yerry, sehingga salah satu solusi yang diambil adalah mengikuti ujian skripsi dengan menumpang di keluarga yang mempunyai jaringan wifi internet. Dengan begitu, ujian skripsi secara webinar  bisa diselesaikan secara baik oleh dirinya.

“Saya lihat kalau mengikuti ujian skripsi secara webinar  melalui handpone tentu akan terkendala dengan jaringan, sehingga ketika mengikuti ujian skripsi dengan menumpang wifi di keluarga tidak ada kendala karena jaringannya bagus. Apa yang disampaikan oleh oleh dosen dapat kita dengar secara baik, begitupun yang kita sampaikan didengar juga oleh dosen dengan baik,” ujar mahasiswa Angkatan 2015 ini.

Yerry berharap, perlu adanya penyediaan akses internet yang memadai di setiap program studi dan jurusan, sehingga mempermudah mahasiswa ketika melangsungkan ujian skripsi maupun proposal skripsi.

Mahasiswa tidak perlu lagi mencari jaringan wifi internet, tetapi sudah tersedia, sehingga mahasiswa bisa menggunakan akses internet yang ada di kampus untuk melakukan ujian skripsi maupun ujian proposal skripsi dan ujian-ujian lainnya.

“Kalau ada akses internet dengan jaringan internet yang bagus di kampus, tentu akan membantu mahasiswa yang tidak punya akses internet bisa menggunakan fasilitas yang ada untuk mengikuti ujian skripsi,” harapnya.

Sementara itu, Paulus Wabia salah satu mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fisip Uncen mengakui bahwa dengan menumpang wifi internet dari keluarga tentu sangat membantu dalam mengikuti ujian skripsi dengan baik.

Dengan jaringan wifi yang bagus, tentu sangat membantu dirinya dalam mengikuti ujian skripsi secara webinar  yang dilaksanakan oleh program studi. Selain itu, selama mengikuti ujian skripsi tidak ada kendala yang dihadapi karena jaringan wifi internet sangat bagus.

“Sangat membantu sekali, karena adanya wifi internet yang dimiliki oleh keluarga, sehingga kami meminjam untuk mengikuti ujian skripsi secara webinar  dan puji Tuhan semua berjalan dengan baik,” ucapnya.

Paulus Wabia berharap, fasilitas internet seperti wifi perlu disedikan oleh pihak kampus, sehingga mempermudah para mahasiswa mengikuti perkuliahan maupun yang ujian skripsi bisa menggunakan akses internet yang ada untuk ujian skripsi di kampus secara webinar . (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *