Keberpihakan Sudah Ada, Apakah Polwan Siap Terima Tantangan atau Tidak

AKP Jubelina Wally SH,MH ( FOTO: Elfira/Cepos)

Lebih Dekat Dengan Kapolsek Muara Tami AKP Jubelina Wally SH,MH

Tepat 1 September lalu, merupakan hari jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-72. Di usia tersebut, torehan prestasi dan kedudukan jabatan di tingkat kepolisian sebagian sektor mulai diisi oleh perempuan. Apa kata Kapolsek Muara Tami AKP Jubelina Wally SH,MH soal hari Polwan ?

Laporan- Elfira

Ya, seperti Polwan asli Papua, bernama lengkap Jubelina Wally SH,MH dengan pangkat AKP yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Muara Tami. Semangat hidup dan pantang menyerah membuat kehidupan seorang Polwan yang lahir di Ayapo pada 27 Januari 1971 silam ini patut dijadikan teladan.
AKP Jubelina yang merupakan alumni SMA Taruna Dharma Kotaraja ini menjadi cerminan bahwa pangkat maupun profesi tidak dinilai dengan materi. Namun kegigihan dan kerja keras, semuanya tidak serba instan. “Semua manusia yang dilahirkan di dunia ini sama, tinggal bagaimama kita mengolah kemampuan tersebut,” tutur mantan Kapolsek Bandara Sentani ini kepada Cenderawasih Pos, Senin (7/9).

Di hari jadi Polwan, mantan Kanit Intel Polsek Abepura berpesan kepada Polwan yang ada di lingkungan Polda Papua untuk memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan oleh pimpinan. Seperti kesempatan untuk bersekolah atau menduduki sebuah jabatan yang telah dipercayakan.
“Polwan Papua jangan terlalu merasa minder, jangan mudah merasa puas dengan hasil yang kita capai saat ini. Silakan memacu diri, karena kesempatan sangat terbuka,” pintanya.

Bagi AKP Jubelina, keberpihakan kepada Polwan terutama anak-anak Papua itu benar-benar ada. Sebagaimana ia melihat pimpinan saat ini memberikan kesempatan yang sangat luas kepada polisi wanita untuk berkarya, tinggal Polwannya apakah mau menerima kesempatan tersebut atau tidak. “Saya sediri selalu menerima setiap tantangan, mencoba menerima kesempatan yang diberikan pimpinan dan saya belajar,” akunya.

Yang terpenting, seorang Polwan kendati dia seorang ibu rumah tangga ketika berada di rumah namun dilain sisi dia adalah seorang pengayom dan pelindung masyarakat di kesatuannya. Selain itu, disiplin dalam segala hal ketika menduduki sebuah jabatan yang dipercayakan oleh pimpinan.
Misal datang ke kantor lebih awal dan pulang paling belakang setelah mastikan situasi dan kondisi anggotanya. “Kendati kita perempuan, dalam tugas kita bisa memberikan contoh kepada anak buah,” ungkapnya.

Dilain sisi, di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Polwan juga menjadi garda terdepan. Sebagaimana peran Polwan dalam menjaga situasi Kamtibmas di tengah pandemi Covid-19 terlepas dari dia sebagai ibu dari anak-anaknya ketika berada di rumah. Polwan juga bertugas sama seperti Polisi Pria pada umumnya, hal ini dikarenakan polwan juga melaksanakan penegakan hukum. Meski seorang Polwan, namun mampu menjadi leader dan memimpin bawahannya untuk tetap bekerja secara profesional.

Menurut Jubelina, peran polwan Polda Papua Khususnya di masa pandemi Covid 19 ini sudah cukup besar. Dimana Polwan di tengah pandemi ini betul-betul sangat memperhatikan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Di tengah pandemi yang belum berakhir, saya bersama anggota saya turun langsung ke lapangan untuk mengimbau kepada masyarakat agar taat terhadap protokol kesehatan,” terangnya.

Menjadi pemimpin di wilayah yang berbatasan langsung dengan PNG. Membuat Jubelina bekerja ekstra, bukan hanya pandemi Covid-19 tetapi juga mengantisipasi hal lainnya seperti penyeludupan ganja dan juga mengantisipasi adanya gangguan Kamtibmas lainnya. (*/wen)

1 thought on “Keberpihakan Sudah Ada, Apakah Polwan Siap Terima Tantangan atau Tidak

  1. Jangan bersedih guys….karena kamu punya partner yang bisa wujudkan impianmu
    segera aja ke bola165 dan jangan lupa join now yach…
    bukan hanya wujudkan impianmu tp juga bisa bikin kamu menjadi jutawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *