Besar Potensi Konflik di Papua Saat Pemilu

Amos Edoway (FOTO: Gamel Cepos)

JAYAPURA  Pemilukada yang sudah dimulai tahapannya dianggap perlu disikapi secara bijak oleh setiap pasangan calon. Tak hanya itu, untuk tim keamanan juga perlu lebih peka melihat peluang – peluang lahirnya konflik sebab satu saja kalimat dari bakal calon saat menemui massanya bisa menjadi api yang menyala jika salah penyampaian. Karenanya menurut Amos Edoway, salah satu anggota Komisi I DPR Papua, setiap kata yang ingin disampaikan ke publik perlu dipertimbangkan baik.

“Tahapan sudah jalan dan saya pikir Papua memiliki peluang lahirnya konflik sangat besar. Memang aparat sudah memetakan namun saya berpendapat bahwa semua memiliki peluang yang sama jika  ada salah penyampaian,” kata Amos saat ditemui di Kantor DPR Papua, Selasa (8/9).   Selain itu, pria asal Meepago ini juga mewanti untuk tiap partai memberikan rekomendasi yang “aman”. Maksudnya adalah jangan sampai terjadi kesalahan apalagi dualisme mengingat jika terjadi maka sangat berpeluang melahirkan  konflik di daerah.

“Saya pikir kita perlu belajar dari apa yang pernah  terjadi di Kabupaten Puncak beberapa tahun lalu. Ini terjadi karena adanya dukungan ganda partai dan saya pikir itu tak boleh terjadi lagi. Kandidat perlu mencermati baik – baik dan partai juga jangan sampai memberikan dukungan ganda,” bebernya. “Saya berpendapat bahwa Pilkada di Papua ini ibarat kayu sudah disiram minyak, tinggal siapa yang menyalakan apinya. Ini yang harus dijaga sama – sama, jangan sampai ada kabupaten yang berkonflik karena ujung – ujungnya hanya masyarakat yang jadi korban,” tandasnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *