Beri Kekeluasaan Berdagang Namun Dikawal

Anggota Komisi II DPR Papua yang membidangi perekonomian, Mustakim. (FOTO: Gamel Cepos)

JAYAPURA – Tertanggal 3 September lalu pemerintah Kota Jayapura mengeluarkan kebijakan bahwa Jayapura masuk dalam tatanan kehidupan normal baru. Artinya semua aktifitas bisa dilakukan namun dengan catatan wajib memperhatikan protokol kesehatan. Nah satu tujuan lainnya adalah  untuk menumbuhkan kembali sel – sel ekonomi yang telah terpuruk lebih dari enam bulan lamanya.

Disini menurut salah satu anggota Komisi II DPR Papua yang membidangi perekonomian, Mustakim bahwa itikad baik ini perlu ditindaklanjuti di lapangan. Para pedagang yang paling terdampak perlu diberi keleluasaan untuk bisa berdagang dan memulihkan perekonomian yang sempat terpuruk. “Pendapat saya seperti itu, yang paling terdampak dari pandemi covid jika dikaitkan dengan perekonomian adalah mereka pedagang kecil. Nah saat ini sudah perlahan – lahan dibuka sehingga biarkan mereka  menjalankan usaha sebebas bebasnya namun tetap dikawal. Maksudnya protokol kesehatannya harus melekat dan terus diingatkan,” kata Mustakim saat ditemui di  kantor DPR Papua, Selasa (8/9).

Namu n kata Mustakim jangan dengan keleluasaan ini justru menjadi kebablasan hingga akhirnya muncul fase kedua. “Ini yang kami tidak mau, silakan para pedagang berjualan namun tolong patuhi aturan mainnya juga. Jangan lupakan imbauan pemerintah, jangan hanya pakai masker tetapi juga jaga jarak,” bebernya. Kata Mustakim, mending saling mencurigai ketimbang saling mempercayai  namun akhirnya terjangkit.  “Kebebasan  berdagang atau berusaha yang diberikan pemerintah jangan disepelekan dengan menganggap covid tidak ada, itu bahaya sebab kalau muncul fase kedua maka semua  status akan  ditarik, semua ditutup,”  pungkasnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *