Meski Belum Diremikan, Gedung Isolasi Covid-19 Bakal Difungsikan

Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd ketika meninjau Gedung Isolasi Covid-19 yang telah tuntas bagunan fisiknya dan tinggal menunggu kelengkapan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan BNPB.  (FOTO : FIKTOR PALEMBANGAN/CENDERAWASIH POS)

BIAK-Sejumlah ruangan di gedung isolasi Covid-19 akan digunakan oleh pihak RSUD Biak untuk menampung sejumlah pasien positif terkonfirmasi tertular Virus Corona yang jumlahnya mengalami peningkatan signifikan dalam dua minggu terakhir. Penggunaan gedung isolasi dimaksud akan dilakukan oleh pihak RSUD Biak meskipun belum diresmikan karena dinilai mendesak, dan ruang yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 selama ini sudah over kapasitas.

Direktur RSUD Biak dr. Ricardo Mayor, M.Kes mengungkapkan, bahwa terkait dengan penggunaan ruang isolasi yang baru dibangun dengan menggunakan dana hibah dari BNPB Pusat itu telah dikoordinasikan. Bahkan menurutnya, permintaan itu telah disampaikan langsung ke Kepala BNPB Pusat Letjen TNI. Doni Monardo.

“ Memang kalau untuk ruangan di RSUD sudah terbatas khususnya untuk tempat perawatan pasien Covid-19, oleh karena itu ruangan gedung isolasi yang baru dibangun akan digunakan. Tentang penggunaan itu sudah disampaikan langsung ke pusat, bahkan Pak Dandrem 173/PVB telah menyampaikannya dengan meminta izin lewat video call ke Pak Doni Monardo dan diizinkan, tentunya sambil menunggu waktu peresmian,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa gedung isolasi di RSUD Biak ini dianggarkan sebesar Rp 65 miliar itu, masing-masing untuk pekerjaan bangunan dan kelengkapan fasilitas lainnya kurang lebih sebesar Rp 43 miliar, lalu kelengkapan alat kesehatan (alkes) kurang lebih sebesar Rp 22 miliar.

Pembangunan gedung isolasi Covid-19 yang didesain semi modern itu merupakan hibah dari BPNB, sementara untuk kelengkapan Alkes yang akan mengisi sejumlah ruangan akan dibantu langsung dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Khusus untuk kelengkapan alkes kini masih dalam tahap persiapan di Kementerian Kesehatan.

Pekerjaan proyek yang ditangani langsung oleh perusahaan berlabel BUMN, PT Adhi Karya (Persero) Tbk awalnya ditargetkan tuntas diakhir bulan Juli (hanya dua bulan), namun karena kondisi cuaca yang tidak menentu membuat target itu meleset dan akhinya tuntas setelah 2 bulan lebih dikerjakan.

Keberadaan gedung isolasi tersebut tentunya akan membantu Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam upaya memberikan pelayanan atau perawatan dengan baik kepada setiap pasien. Tak hanya pasien Covid, namun suatu saat ketika pandemic Covid sudah berakhir maka bisa difungsikan untuk ruangan pelayanan atau perawatan sejumlah pasien dengan penyakit lainnya.

Desain dari gedung isolasi itu dibangun dalam tiga bentuk masing-masing ruang isolasi dengan 10 buah tempat tidur, lalu ruang karantina dengan 40 tempat tidur dan satu bangunan kamar mayat dengan ukuran 5 m x 20 meter.

Pembangunan gedung isolasi yang dihibahkan oleh pemerintah pusat melalui BNPB (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional) hanya tiga di Indonesia. Ketiga hibah gedung isolasi Covid-19 dan fasilitasnya itu masing-masing adalah di RS UGM Jogjakarta, RSUD Lamongan (Kabupaten Lamongan) dan RSUD Biak di Kabupaten Biak Numfor.(itb)

 

1 thought on “Meski Belum Diremikan, Gedung Isolasi Covid-19 Bakal Difungsikan

  1. Pingin miliki barang kesukaan tp isi dompet gak pernah tercukupi.. jangan bersedih guys….karena kamu punya partner yang bisa wujudkan impianmu segera aja ke bola165… bukan hanya wujudkan impianmu tp juga bisa bikin kamu menjadi jutawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *