HMS Pemimpin Besar yang Punya Banyak Visi

Ribuan warga menyambut kedatangan jenazah mantan Bupati Jayapura, Dr. Habel Malkias Suwae atau HMS di kompleks kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (5/9). (Foto : Robert Mboik/Cepos)

Jenazah Dimakamkan di Tablanusu Hari ini

SENTANI- Jenazah mendiang mantan Bupati Jayapura dua periode, Dr. Habel Mekias Suwae, tiba di bandara Sentani pada Sabtu, (5/9) pagi sekira pukul 10.23 WIT, menggunakan maskapai Garuda.

Kedatangan jenazah salah satu tokoh hebat Papua itu dijemput langsung oleh, kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia dan Bupati Jayapura yang lebih dulu tiba menggunakan pesawat khusus dari Jakarta.

Pada kesempatan itu pula tampak, Pangdam XVII Cenderawasih, dan sejumlah pejabat dan sejumlah Forkopinda Kabupaten Jayapura turut menyambut kedatangan jenazah Habel Melkias Suwae atau yang lebih dikenal dengan HMS.

Kepala BKPM RI, Robert Mboik/Cepos Lahadalia menyerahkan secara resmi jenazah kepada Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, di ruang sidang DPRD Kabupaten Jayapura. (Foto : Robert Mboik/Cepos)

Dari Bandara Sentrani, jenazah langsung dibawa ke gedung DPRD Kabupaten Jayapura untuk digelar sidang paripurna khusus oleh DPRD Kabupaten Jayapura beserta sejumlah pejabat yang turut hadir dalam prosesi tersebut.

Tidak cuma pejabat, ribuan masyarakat juga turut memadati kompleks Kantor Bupati Jayapura untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu.

“Beliau ini baik, baik sekali, kenapa secepat ini. Saya dari Jawa, tapi beliau ini tidak pernah membedakan suku atau siapapun. Saya merasa kehilangan sosok pemimpin yang luar biasa,” ujar ibu Titin salah seorang warga yang turut hadir dalam prosesi itu di Gunung Merah Sentani, Sabtu (5/9).

Rapat paripurna Khusus penyerahan jenazah DR. Habel Melkias Suwae, S.Sos., M.Si., yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Klemens Hamo, S.IP., diawali penyerahan jenazah dari Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura yang diterima Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan daftar riwayat singkat jabatan almarhum Habel Melkias Suwae oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Jayapura, Abdul Hamid Toffir.

Usai pembacaan daftar riwayat singkat jabatan, dilanjutkan dengan penyerahan jenazah dari Pemkab Jayapura melalui Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Polimak, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

“Kita melihat suatu karya perjalanan yang luar biasa dari almarhum. Dari pegawai rendahan sampai menduduki jabatan-jabatan strategis bahkan sampai di pemerintah pusat. Ini merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga yang ditinggalkan untuk seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura dan papua pada umumnya,” ungkap Bupati Mathius Awoitauw.

“Beliau sudah menyelesaikan tanggung jawab dari jenjang jenjang karir sampai di pemerintah pusat eselon 1,” sambungnya.

Mewakili unsur pemerintah dan juga masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura, Bupati Matius menyampaikan ucapan terima kasih setulusnya kepada almarhum yang telah berjasa dan telah memberikan kontribusi dalam membangun daerah ini.

“Kepada keluarga kami ucapkan terima kasih. Putra terbaik Tanah Merah telah mendedikasikan dirinya untuk banyak orang dan berhasil. Selamat Jalan sahabat, abang teman, kami yang hadir hari ini akan terus-meneruskan semangat dan perjuangan karya-karya besar untuk negeri ini untuk Papua dan untuk Indonesia,” ucapnya.

Di tempat yang sama Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa sosok almarhum bukan saja sebagai pemimpin besar yang mempunyai banyak visi untuk membangun negeri ini.

Menurutnya, mendiang HMS merupakan seorang bupati terbaik yang konsepnya tentang pemberdayaan kampung hingga saat ini diadopsi oleh negara dan dipakai menjadi program dana desa.

Dikatakan, dana desa itu berawal dari program dana pemberdayaan kampung yang beliau lakukan lewat Otsus tahun 2006. Kemudian Kementerian Dalam Negeri melakukan studi banding dan itulah cikal bakalnya lahirnya Undang-Undang Desa dan dana desa.

“Seorang pemimpin, keberhasilannya itu tidak bisa diukur dari seberapa banyak materi yang dipegang atau seberapa banyak penghormatan orang ketika dia masih berkuasa. Tetapi seorang pemimpin yang hebat hanya meninggalkan legacy dan legacy itu akan ada ketika orang itu akan pergi baru mulai bermunculan pengakuan-pengakuan. Dan hari ini saya melihat dari bandara sampai ke sini, ibu-ibu penjual bakso datang menghormati jenazah almarhum dengan tetesan air mata. Pikiran-pikiran besar beliau harus menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujarnya.

“Saya mohon maaf, harus 3 bulan beliau bersama saya. Saya bawa pulang beliau sudah menjadi…, Saya mohon maaf. Kaka selamat jalan, semoga kaka ditempatkan sisi Tuhan yang paling mulia. Amal ibadah kaka, akan menjadi bekal, menjadi penyelamat dialam yang lain,” tutupnya sembari meneteskan air mata.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, Minggu (6/9) kemarin jenazah HMS oleh pihak keluarga telah dibawa ke kampung halamannya di Tablanusu. Rencanaya, jenazah akan dimakamkan, Senin (7/9) di kampung halamannya. (roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *