Penerapan New Normal Sesuaikan Kebijakan Pemda

Pesawat Boing Trigana Air Service saat mengangkut penumpang dari Wamena ke Jayapura beberapa waktu lalu, saat ini tak lagi beroperasi di Wamena lantaran masih ada pembatasan waktu penerbangan yang belum kembali normal. (FOTO: Denny/cepos)

WAMENA– Manager Trigana Air Sevice Wamena, Michael Biduri mengaku menyambut penerapan New Normal yang diberlakukan secara serentak, khusus untuk penerbangan  masih harus disesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah. Sebab dalam penerapan itu kalau masih dibatasi, maka Trigana akan tetap berjalan dengan keadaan yang sudah ada yakni melakukan penerbangan sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan pemerintah daerah .

   “Dalam New Normal kalau Pemda Jayawijaya sudah izinkan kita beroperasi seperti sedia kala setiap hari, kita akan koordinasi dengan pusat untuk meminta pergerakan pesawat boeing dari Jawa dan membuat skedul normal lagi,”ungkapnya Rabu (2/9) kemarin.

  Kata Michael, kalau dalam penerapan new normal seperti versi Pemda yang mengizinkan dalam seminggu pihaknya melakukan penerbangan 3 kali, atau ada penambahan penerbangan. maka trigana akan berjalan seperti saat ini, menggunakan pesawat ATR, karena pengertian new normal pemerintah dengan New normal pelaku bisnis itu berbeda.

  “Kami berpikir kalau pergeseran pesawat dari Jawa ke Papua itu perlu perhitungan yang matang, kalau pesawat itu digeser dari Jakarta ke Jayapura dan ternyata tidak maksimal itu jadi bencana keuangan bagi perusahaan,” katanya.

  Menyikapi penerapan New normal pada bulan ini, menurut Michael Biduri, pihaknya tetap menyesuaikan. Namun dalam arti masih dipertanyakan New normal yang seperti apa, kalau penerapan New normal ini sama seperti awal dalam arti kebebasan perusahaan penerbangan beroperasi menjalani frekuensi penerbangan seperti dulu setiap hari atau dalam sehari melakukan penerbangan 3 kali itu baru akan disikapi dengan kebijakan seperti dulu.

  “Tapi kalau new normal ini dalam arti penerbangan masih sesuaikan dengan protokol Covid -19 dan pembatasan jumlah penerbangan dalam sehari atau seminggu, bagi kami perusahaan penerbangan tidak ada yang terlalu signifikan, sehingga tetap disesuaikan dengan kebijakan pemerintah,” jelasnya.

   Namun kalau belum ada kepastian terkait kebijakan Pemda, baik itu dari Timika dan Dekai Kabupaten Yahukimo juga belum ada kepastian, berarti New Normal  masih   membuat perusahaan penerbangan itu  tak bergerak lebih jauh lagi. “Tetapi hanya menyesuaikan dengan New normal yang diterapkan pada bulan ini,”tutup Michael.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *