Opening dan Closing Ceremony PON Didesain Menyerupai Asian Games

PERAWATAN TRIBUN: Dua orang pekerja sedang melakukan perawatan di tribun Stadion Papua Bangkit, pada tahun 2019 lalu. Stadion Papua Bangkit akan menjadi venue pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 mendatang. ( FOTO: Erik/Cepos)

JAYAPURA – Kemegahan sebuah pembukaan dan penutupan sebuah event tidak lepas dari konsep seorang kreator yang berada di balik layar. Hal itu yang membuat PB PON Papua saat ini menjajaki beberapa event organizer (EO) yang akan merancang opening dan closing ceremony  PON XX 2021 Papua.

Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda membeberkan bahwa opening dan closing seremoni Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan didesain menyerupai pelaksanaan pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 lalu.

“Kita bicara soal pembukaan dan penutupan PON. Kita mau pembukaan dan penutupan itu standarnya Asian Games,” ungkap Yunus Wonda kepada awak media, Rabu (2/9).

Sebab itu, PB PON menurut Yunus Wonda akan memberikan ruang kepada setiap EO untuk bersaing menjadi kreator desain pembukaan dan penutupan pesta olahraga terbesar tanah air itu.

“Semua EO kita akan beri ruang. Semua akan ikut lelang, datang daftar dan presentase tentang programnya seperti apa saat pembukaan dan seperti apa saat penutupan,” ujar Yunus Wonda.

Tak hanya itu, Yunus Wonda juga menuturkan bahwa pembukaan dan penutupan event olahraga empat tahunan itu juga akan melibatkan para seniman-seniman putra/putri Papua.

“EO boleh dari luar, tapi yang akan mengisi pembukaan dan penutupan itu semua anak Papua. Ini momennya mereka di atas tanah mereka sendiri,” ucap Yunus.

“Papua juga sudah punya banyak penyanyi di kancah nasional, pasti kita akan libatkan. Selain itu juga akan ada penampilan artis papan atas. Intinya, kami mau budaya Papua diangkat di momen ini,” tutupnya.(eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *