Kabur, Pemilik Pabrik Milo Jadi Buronan

Anggota Sat narkoba Polres Jayawijaya saat menemukan pabrik Miras Home industri di jalan Gatot Subroto Wamena minggu lalu. ( FOTO: Denny/cepos)

WAMENA-Sat Narkoba Polres Jayawijaya telah menetapkan pemilik pabrik miras lokal yang ditemukan di Jalan Gatot Subroto Distrik Wamena Kota sebagai buronan usai laporann kepolisiannya telah dibuat. Polisi hingga kini masih terus mencari pelaku, sebab dari informasi yang didapatkan pelaku melarikan diri ke Kabupaten Pemekaran.

   Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Freds Lamahan mengaku sejak ditemukannya pabrik miras milik AS di Jalan Gatot Subroto Wamena Kota, pelaku langsung bersembunyi. Saat dicari aparat, di tempat -tempat yang sering didatangi pelaku di Kota Wamena, namun pelaku tak ditemukan.

  “Dari informasi yang kita dapatkan, pelaku AS melarikan diri ke Kabupaten pemekaran yakni di Tolikara, namun kami melakukan koordinasi dengan Polres Tolikara untuk mencari yang bersangkutan di sana dan tidak ditemukan,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (2/9) kemarin.

  Menurutnya, meski telah dicari oleh Anggota Polres Tolikara namun keberadaannya juga tidak ditemukan. Kemungkinan yang bersangkutan kembali melarikan diri ke Kabupaten Puncak Jaya, sehingga pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Polres Puncak Jaya untuk mencari yang bersangkutan mempertanggungjawabkan perbuatanya.

   “AS ini boleh dikatakan buronan Polres Jayawijaya karena dari temuan Pabrik miras miliknya kami sudah membuat laporan polisinya oleh karena itu kita  upayakan untuk melakukan pengejaran,” bebernya.

  Ia juga memastikan akan melakukan koordinasi dengan polres di wilayah kabupaten pemekaran seperti Polres Tolikara, Mamberamo Tengah, Lanny Jaya, Yalimo dan Puncak Jaya untuk mencari dan menangkap pelaku AS ini apabila melarikan ke wilayah polres jajaran maka bisa dilakukan penangkapan.

   “Kami sudah sebarkan identitas dan foto-foto pelakubAS ini ke beberapa polres diwilayah Lapago, sehingga memperkecil ruang gerak dati pelaku AS untuk bisa terus melarikan diri,” tegas Freds Lamahan. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *