Aktivitas Ekonomi Hingga Pukul 21.00 WIT

BINCANG-BINCANG: Wali Kota Jayapura, Dr. benhur Tomi Mano, MM., berbincang-bincang dengan Kabag Ops Polres Jayapura Kota, Kompol Nursalam Saka usai rapat pembahasan menuju tatanan kehidupan baru, Selasa (1/9).  (Foto :Gamel/Cepos)

Berlaku 3 September, SMP Bisa Belajar Tatap Muka

JAYAPURA – Kota Jayapura tak perlu menunggu lama untuk bisa masuk pada sebuah tatanan kehidupan baru. Kurang lebih sebulan setelah pemerintah provinsi mengeluarkan pernyataan bahwa Jayapura belum bisa menerapkan new normal dengan berbagai indikator. Nah selama itu pula seluruh perangkat digerakkan untuk menekan angka penularan termasuk bagaimana menyehatkan mereka yang bertatus positif. Hasilnya? Sebuah keputusan diambil dengan menerima berbagai masukan dan catatan dari banyak perangkat bahwa Jayapura siap memasuki tatanan normal baru.

Keputusan ini bukan tanpa alasan mengingat indikator yang perlu dipegang adalah menurunnya angka penularan dan Reproduction Number (RO) berada pada angka 0,8. Hanya saja meski akan menerapkan tatanan kehidupan baru, Wali Kota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano MM secara tegas tetap meminta untuk pengawasan melekat.

Suasana rapat yang dilakukan di depan main hall kantor Wali Kota Jayapura. Kota Jayapura memastikan akan menetapkan new normal terhitung tanggal 3 September. (Foto : Gamel/Cepos)

Menurutnya tak bisa semua dilonggarkan atau dinormalkan namun mengabaikan protokol kesehatan. Bahkan dikatakan patroli dan pengawasan akan dilakukan di atas pukul 21.00 WIT untuk memantau aktivitas warga terlebih yang berkaitan dengan perdagangan.

Ia meminta warga patuh dan tidak justru melonggarkan protokol kesehatan mengingat Covid-19 hingga kini masih ada dan setiap hari masih ada yang tertular. “Keputusan yang kami ambil adalah Jayapura sudah bisa menerapkan new normal dan ini akan berlaku terhitung pada 3 September,” ungkap Wali Kota Tomi Mano usai memimpin rapat bersama tim gugus covid yang dihadiri Pansus Covid-19 Kota Jayapura serta muspida dan para tokoh masyarakat di depan main hall kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (1/9).

Tomi Mano menyebut keputusan tersebut mengacu pada Kepres nomor 12 tahun 2020 tentang bencana non alam, Covid-19 sebagai bencana nasional.

Selain itu RO Kota Jayapura saat ini adalah 0,8. Nah dari tatanan kehidupan baru ini secara otomatis berbagai aktivitas warga juga mulai dibuka. Ini berlaku mulai pukul 06.0 WIT hingga puku 21.00 WIT dan setelah itu petugas akan melakukan pemantauan memastikan apakah warga tertib atau sebaliknya.

“Aktivitas ekonomi dimulai pukul 06.00 WIT hingga pukul 21.00 WIT dan sweeping masker tetap dilakukan pada seluruh aktivitas warga,” bebernya.

Sedangkan untuk aspek pendidikan ternyata belum bisa dibuka seluruhnya. Yang masih dilarang untuk dilakukan belajar tatap mua adalah Paud, TK dan SD sedangkan tingkat SMP sudah bisa dilakukan namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

Menariknya untuk guru – guru ini diwajibkan melakukan tes swab tanpa terkecuali. “Ini semua guru baik negeri maupun swasta wajib dilakukan swab dan ini akan ditindaklanjuti dengan instruksi wali kota,” tegas Tomi Mano.

Sedangkan proses belajar mengajar di tingkat SMP kata Tomi Mano bisa menggunakan sistem shift. Karena harus melihat jumlah murid dan tak boleh menumpuk. Selain itu bisa juga melakukan proses belajar mengajar secara out door agar mudah menjaga jarak. “Untuk teknisnya nanti segera disiapkan oleh dinas pendidikan,” jelasnya.

Sementara untuk usaha bar, diskotik, spa akan dilakukan pengawasan dalam operasionalnya. Begitu juga dengan gedung pertemuan maupun fasilitas olahraga yang sudah bisa dibuka. Yang dilakukan pengawasan adalah kegiatan resepsi pernikahan dimana protokol kesehatan membatasi jumlah tamu hanya setengah atau dibatasi hanya 50 persen yang hadir.
Tomi Mano juga memiliki cara unik untuk menunjukkan momentum dimulainya new normal pada 3 September ini.

Kata dia hal tersebut akan ditandai dengan bersepeda bersama masyarakat dan semua OPD wajib membeli sepeda. Agenda bersepeda bersama ini akan dilakukan Sabtu (12/9) yang memulai titik start dari kantor Wali Kota hingga ujung Pantai Holtekamp dan finish di pantai milik kepala kampung Engros.

Dari rapat ini Tomi Mano juga kembali menyinggung soal perbedaan data covid antara Kota Jayapura dan Provinsi Papua. Ini menurutnya sudah pernah disampaikan ketika pertemuan di Gedung Negara. Dimana kata wali kota ketika itu Wagub Klemen Tinal sempat kaget dan menegur Dinas Kesehatan untuk diperbaiki. Hal ini tak lepas karena ini dilihat dan dibaca oleh semua orang. “Saya juga meminta Dinas Kesehatan Kota Jayapura untuk sowan (mendatangi) Dinas Kesehatan Provinsi Papua duduk bersama menyatukan persepsi dan data. Mengapa selalu ada perbedaan dan saya pikir harus segera disamakan, jangan tunggu ditegur lagi,” tambahnya.

Tak hanya itu, Tomi Mano juga meminta bagi mereka yang melakukan karantina harus dipantau ketat oleh pihak puskesmas.

“Kepala Puskesmas untuk memonitor agar jangan ada pasien positif yang sedang melakukan karantina justru berkeliaran. Saya mendengar di Waena ada majelis yang positif namun tetap melakukan pelayan firman. Ini harusnya diistirahatkan juga. Tegur saja, agar penyebarannya tidak kemana – mana,” pintanya.

Hal lainnya adalah Dinas Kesehatan Kota Jayapura untuk segera membayar honor dan insentif dokter di Hotel Sahid. Itu juga tak boleh ada pemotongan atau pengurangan, harus dibayarkan utuh. “Mereka sudah bekerja setengah mati kok. Saya melihat ada upaya untuk memotong insentif tersebut hingga ada yang mau melapor ke saya dan akhirnya itu tidak terjadi. Selesaikan semua secara tuntas dan jangan ada masalah. Lalu semua data yang ditangani dokter juga diambil sebagai data pemerintah,” pintanya.

Tomi Mano juga meminta Sekda untuk memaparkan hasil evaluasi terkait penanganan covid melalui focus group discution (FGD). Semua yang kurang dan yang perlu diperbaiki disampaikan dalam rapa tersebut. “Paparkan saja mulai pendidikan, Perindakop, wisata, keagamaan agar kita melihat kekurangannya dimana dan dikoreksi sama – sama. Misal pariwisata protokol kesehatannya ini..ini, di mal ini ..ini. Lalu di pasar ini ..ini yang harus dipatuhi. Termasuk saya meminta tim gugus juga harus libatkan ahli epidemologi dalam penanganan kasus covid di Kota Jayapura, jangan sampai tidak,” pungkasnya. (ade/d

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *