7364 Maba Uncen Gelar Ujian Tertulis Susuai Protokoler Kesehatan

Tampak, Wakil Rektor I, Uncen Dr Onesimus Suheleka SH. M. Hum dan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Uncen Demianus Msiren yang juga selaku Ketua Panitia Penerimaan mahasiswa baru saat memantau proses ujian. Foto: Noel cepos

JAYAPURA – Sebanyak 7364 Calon Mahasiswa Baru (Maba) melakukan tes tertulis berbasis cetak, di Universitas Cenderawasih (Uncen) dengan mengutamakan Protokoler kesehatan.

Seleksi mandiri angakatan 2020 – 2021 itu berlangsung di sembilan fakultas di kampuns itu, berlangsung aman sesuai protokoler kesehatan dan dipantau langsung Wakil Rektor I, Uncen Dr Onesimus Suheleka SH. M. Hum dan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Uncen Demianus Msiren yang juga selaku Ketua Panitia Penerimaan mahasiswa baru.

Usai memantau proses ujian itu, Wakil Rektor I, Dr Onesimus Suheleka SH. M. Hum mengatakan seleksi pada umumnya dilakukan tiga tahapan Seleksi Bersama perguruan Tinggi Negeri (SBNPT) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) Sudah dilakukan secara nasional dan sementara ini dalam pendaftaran ulang. Dan ada seleksi mandiri atau lokal kami lakukan dalam dua kegiatan yang pertama Seleksi Lokal Siswa Berprestasi (SLSB) dan Jalur Masuk Seleksi Bersama (JMSB) dinama dilakukan ujian tulis berbasis cetak.

“Peserta kita yang mengikuti JMSB dan sudah melakukan pembayaran registrasi ada 7364 orang dan tersebar di seluruh 9 Fakultas di lakukan ujian, Dengan dua tahap jam 09:00 – 11:00 dan jam 14:00 sampai selesai semua peseta wajib hukum menjaga protokoler kesehatan, Wajib pakai facehield, wajib cuci tangan, wajib masker dan wajib menjaga jarak Kami tetap mengacu pada protokoler kesehatan di tengah wabah covid, sehingga ruang itu hanya 20 orang dan di aulah di bagi 80 orang dengan dajak sesuai peraturan protokoler kesehatan, hingga pada staf pengawas dan dosen kami wajibkan juga dan mereka juga harus sehat,” katanya.

Dia juga menjelaskan soal kendala di internal kampus terkait daya tampung ruangan serta SDB yang masih belum memadai dengan jumlah mahasiswa yang begitu banyak menjadi salah satu kendala di kampus yang sudah berada sejak 1962 tersebut

“Kepada masyarakat yang ada di Papua bahwa daya tampung Uncen terbatas maka ini harus di pahami. Kami suda melakukan perekrutan mahasiswa sebanyak 2000 melalui jalur SBMPTN dan SBMPTN, sementara daya tampung kita hanya 3.000 lebih dan kita sudah terima kita 2000, maka target kota di JMSB kita akan terimah sekita 1500,” katanya

Selain itu ia juga mengajak kepada orang tua dan calon mahasiswa baru tidak hanya menjadikan Uncen sebagai perguruan satu-satunya tetapi dapat melakukan tes dan masuk kuliah di beberapa kampus swasta dan Negeri lainnya yang ada di kota Jayapura dan pada umumnya di Papua karena mereka juga memiliki kualitas untuk menghasilkan sumber daya manusia yang sama.

” Kami harapkan Uncen tidak menjadi salah satu kampus yang yang diutamakan oleh mahasiswa baru saja tetapi para orangtua dan Mahasiswa juga bisa memilih kampus lain yang ada di kota Jayapura dan pada umumnya di Papua karena mereka juga memiliki fasilitas pendidikan yang bisa menciptakan sumber daya manusia,” katanya.(oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *