Terapkan Adaptasi New Normal Tahap II

Rapat Pemerintah Provinsi Papua bersama Forkopimda Provinsi Papua, serta bupati/wali kota se-Papua di Swiss Belhotel Jayapura, Kamis (27/8) kemarin, dalam evaluasi dan penandatanganan kesepakatan bersama penanganan Covid 19. (FOTO:gratianus silas/cepos)

Terus Kerja Turunkan Rt di bawah 1

JAYAPURA– Berdasarkan kesepakatan bersama dalam Rapat antara Pemerintah Provinsi Papua dan Forkopimda Provinsi Papua, serta bupati/wali kota se-Papua di Swiss Belhotel Jayapura, Kamis (27/8) kemarin, Adaptasi New Normal Tahap II akan diterapkan ke depannya dalam dua kali masa inkubasi, atau 28 hari.

Memimpin rapat tersebut, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., menyebutkan bahwa dalam dua kali masa inkubasi, yakni 28 hari dari akhir Juli hingga akhir Agustus ini, terdapat kemajuan yang signifikan dalam penanganan Covid 19 di Provinsi Papua.

“Dari data dan angka, terjadi penurunan yang cukup signifikan, seperti dari risiko tinggi yang tadinya 13 kabupaten, sampai pertemuan ini dilakukan (kemarin), sudah 12 kabupaten. Kemudian, daerah kuning yang tadinya meliputi 4 kabupaten, saat ini sudah menjadi 2 kabupaten, di mana penurunannya sebesar 50 persen,” ujar Klemen Tinal, SE., MM., Kamis (27/8) kemarin.

Wagub Tinal menyebutkan bahwa daerah hijau di Papua masih tetap 6 kabupaten. Sementara itu, tingkat kematian tidak meningkat signifikan, sebaliknya yang meningkat secara signifikan adalah tingkat kesembuhan yang kini mencapai 85 persen.

“Namun, selama 3 minggu belakangan ini, rasio (Rt; effective reproduction number) masih berada di angka 1,9. Kalau rasio ini masih terus di angka 1,9, artinya kita harus terus bekerja sampai turun pas di angka 1 atau di bawah angka 1. Karena, kalau bisa turun di angka 1 atau di bawah angka 1, dan bertahan selama dua kali masa inkubasi, maka artinya, kita sudah masuk new normal,” tambahnya.

Menurut Wagub Tinal, keberhasilan penanganan Covid 19 di Provinsi Papua tidak hanya berada di pemerintah, petugas kesehatan, maupu stakeholder terkait lainnya. Sebalinya, masyarakat juga memegang peranan penting dalam memutus mata rantai pandemi Covid 19, khususnya di Papua.

“Kunci keberhasilan ada di masyarakat. Kalau kesadaran masyarakat tinggi, maka sebenarnya sangat optimis buat kita ke depan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Papua,” jelasnya lagi.

Seperti diketahui, berdasarkan data Satgas Covid 19 Provinsi Papua yang dikonfirmasi Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., diketahui bahwa angka kesembuhan kembali meningkat sebanyak 53 kasus, yakni 9 kasus di Mimika, 1 kasus di Kabupaten Jayapura, 5 kasus di Nabire, dan 38 kasus di Kota Jayapura.

“Sedangkan kasus positif juga bertambah, yakni sebanyak 26 kasus yang berasal dari Mimika dengan 5 kasus, Nabire dengan 1 kasus, Kabupaten Jayapura dengan 1 kasus, 2 kasus di Boven Digoel, dan Biak Numfor dengan 7 kasus, serta 10 kasus di Kota Jayapura,” terang dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., Kamis (27/8) kemarin.

Dengan demikian, diketahui bahwa hingga kini kasus positif di Papua secara kumulatif telah mencapai 3.620 kasus, yang mana 489 kasus dirawat (14 persen), 3.089 kasus telah dinyatakan sembuh (85 persen), dan 42 kasus meninggal dunia (1 persen). (gr)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *