Dilebur Usai PON 2021 Papua

Salah satu atlet angkat besi Papua. (FOTO: Erik / Cepos)

PABBSI Papua

JAYAPURA – Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) akan dilebur. Keputusan tersebut diambil sehubungan dengan desakan pemisahan ketiga cabang olahraga tersebut untuk memiliki federasinya masing-masing. Hal itu sesuai dengan aturan dari Federasi Angkat Besi Dunia (IWF).

Nantinya, ketiga organisasi itu, masing-masing sudah diputuskan diganti dengan nama Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) dan Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI).

Pada awalnya, ketiga cabang olahraga itu tergabung dalam satu federasi, yakni International Weighlifting Federation (IWF). Lantas, terpecah menjadi tiga, yaitu International Weighlifting Federation (IWF) untuk cabang angkat besi, World Bodybuilding & Physique Sports Federation (WBPF) untuk binaraga, dan International Powerlifting Federation (IPF) khusus angkat berat.

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya mengatakan, bahwa meski PB PABBSI nantinya telah dilebur, tapi tidak untuk Pengurus Provinsi (Pengprov PABBSI) Papua. Pasalnya, Kenius menilai sangat riskan bila meleburkan Pengprov PABBSI dengan waktu yang sangat mepet jelang pelaksanaan PON XX 2020 awal Oktober mendatang.

Menurut Kenius, peleburan Pengprov PABBSI Papua paling ideal dilaksanakan pasca pelaksanaan event olahraga empat tahunan tersebut.

“PABBSI itu memang mereka meminta supaya dipisahkan nomor-nomornya, binaraga, angkat besi dan angkat berat. Cuma untuk PON kali ini masih satu cabor dan dibagi dalam sub cabor dan nomor. Tapi di PON Aceh nanti dia jadi cabor sendiri,” ungkap Kenius, Kamis (27/8).

Apalagi kata Kenius, usulan tersebut juga telah disepakati dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI, Selasa (26/8) silam. Sehingga jelang PON, sub cabang olahraga angkat besi, angkat berat dan binaraga masih dibawah naungan Pengprov PABBSI Papua.

“Dalam pembahasan Rakernas kita setuju bahwa secara organisasi dia akan terpisah. Tapi di PON Papua masih di bawah PABBSI. Itu yang disepakati dalam Rakernas,” tandasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *