Didimus-Esau Paling Siap Dengan B1KWK

Para pengurus partai  baik dari NasDem, Perindo dan Hanura ditingkat provinsi secara bergantian membacakan isi keputusan B1-KWK yang diberikan sebagai bentuk dukungan kepada pasangan bakal calon Didimus Yahuli – Esau Miram yang akan maju dalam Pilkada Yahukimo 9 Desember mendatang. Deklarasi di lapangan eks kantor DPR pada pekan kemarin ini sekaligus membuat pernyataan bahwa pasangan ini siap maju dan mematahkan isu kotak kosong.( FOTO:  Gamel/Cepos)

 

JAYAPURA-Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Kabupaten Yahukimo, Didimus Yahuli – Esau Miram bisa dibilang menjadi pasangan yang paling siap saat ini untuk maju bertarung dalam Pilkada Yahukimo 9 Desember 2020 mendatang.

Bagaimana tidak, setelah mengantongi 9 kursi dari tiga partai yakni Partai NasDem 6 kursi, Partai Perindo 2 kursi dan Partai Hanura 1 kursi, pasangan Dy – Em ini siap untuk mematahkan isu yang selama ini dihembuskan yakni kotak kosong. Surat yang dipegang juga bukan isapan jempol mengingat B1-KWK yang diterima dari tiga partai ini ditandatangani langsung oleh pimpinan partai dan Sekjen tingkat pusat dan bermaterai.

Bahkan tiga pengurus partai yang mewakili partai masing – masing yakni, Yori Lumingkewas sebagai Wakil Ketua II Partai NasDem Provinsi Papua, Kamilus Logo sebagai Wakil Ketua II sekaligus Ketua Bappilu DPW Perindo Provinsi Papua dan Wakil Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Papua, Thobias Bagubau ikut membacakan surat B1-KWK tersebut dan menunjukkan ke hadapan ribuan masyarakat.

Tak hanya itu, pasangan Dy – Em juga semakin mantap menatap waktu pendaftaran pada  4 – 6 September mendatang dan memastikan akan menjadi peserta pada Pilkada Yahukimo Desember nanti. Semangat ini semakin bulat setelah sosok sentral Yahukimo,  Ones Pahabol memilih merapatkan barisan dan siap pasang badan untuk kemenangan pasangan tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih karena dukungan Hanura diberikan untuk pasangan ini dan pengurus DPD Provinsi Hanura juga hadir untuk menyerahkan dan membacakan langsung keputusan dari B1-KWK,” kata Ketua Kenius Heselo, Ketua DPC Hanura Yahukimo di Dekai pekan kemarin.

Ini dilanjutkan oleh Thobias Bagubau yang menyampaikan bahwa pasangan Dy – Em datang dengan konsep menata Yahukimo lebih baik dan Hanura Papua memastikan tidak mundur untuk sama – sama memperjuangkan apa yang ditawarkan ini. “Ini sesuai dengan SK B1-KWK nomor 027/B.3/DPP Hanura/III/2020 tentang calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Yahukimo periode 2020-2024  bahwa Hanura pusat memberikan persetujuan kepada pasangan Didimus Yahuli dan Esau Miram yang ditandatangani oleh Pak Oesman Sapta dan Pak I Gede Pasek,” jelas Thobias.

“Keputusan DPP ini wajib diamankan oleh DPC. Sebab di situ ada marwah partai dan hari ini di depan  masyarakat kami nyatakan dukungan tersebut,” sambung Thobias.

Sementara Partai NasDem sebagai partai pemenang kedua di Yahukimo juga tak mau tinggal diam. Apalagi kader yang maju berasal dari partai restorasi ini. Sebagaimana dibacakan oleh Yori Lumingkewas bahwa Mathius Awoitauw selaku Ketua DPW NasDem Provinsi Papua memberikan dukungan untuk Didimus-Esau maju dalam Pilkada nanti.

Ini sesuai Keputusan SK No: 002.Kpts/DPP NasDem VI 2020 tentang persetujuan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Yahukimo dari NasDem yang memberikan persetujuan pada pasangan Didimus Yahuli – Esau Miram dan ditandatangani oleh Surya Paloh selaku Ketum Partai NasDem dan Johnny G Plate sebagai Sekjen pada 8 Juni 2020 lalu.

“Keduanya dianggap memiliki kemampuan dan Yahukimo saat ini butuh perubahan dimana Yahukimo memiliki potensi SDA yang besar dan bisa digunakan untuk memberikan kesejahteraan sehingga pasangan ini adalah jawaban perubahan Yahukimo,” jelas Yori.

Instruksi lainnya yang disampaikan Yori sambil membacakan perintah Ketua DPW NasDem Papua adalah selaku ketua pimpinan wilayah  Mathius Awoitauw mengajak untuk seluruh pengurus dan kader harus merapatkan barisan. Partai NasDem pusat, Parta NasDem Provinsi dan Kabupaten telah sepakat mendukung pasangan ini. “Kalau ada suara lain dari kader Partai NasDem, saya tegaskan bahwa itu tidak benar. Harus dipercaya bahwa NasDem mengusung Didimus – Esau,” tegas Yori.

Sementara Minggitu Kobak selaku Ketua DPC Perindo Kabupaten Yahukimo menyampaikan bahwa dirinya bersyukur karena Perindo jatuh ke pasangan Dy – Em. Apalagi lanjut Minggitu, ada Ones Pahabol yang akan memberi banyak wejangan (nasehat) karena lebih dulu meletakkan dasar pembangunan Yahukimo.

“Ones adalah pemikir dari lahirnya kabupaten ini. Beliau yang meletakkan semua namun saat ini kami bisa katakan ada banyak hal yang tak jalan. Bagaimana persoalan transportasi yang susah, gizi buruk, akses kesehatan dan pendidikan juga belum menggembirakan sehingga kami memastikan akan berjuang bersama. Kami yakin Yahukimo akan sejahtera, sebab itu satu visi lahirnya partai ini,” bebernya.

Wejangan lainnya untuk Dy – Em adalah jangan meninggalkan rakyat tetapi bagaimana membawa ia ke air yang jernih dan lapangan yang hijau agar tak ada tangisan.  “DPP Perindo memberikan SK Nomor 070-SR/DPP-Partai Perindo/VII/2020  tentang persetujuan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang ditandatangani oleh Hary Tanoesoedibjo dan Sekjen Ahmad Rofiq  pada 10 Juli sehingga tak ada alasan untuk kami diam,” kata Kamilus Logo yang diberi sambutan oleh massa.

Di tempat yang sama Ones Pahabol menyampaikan bahwa semua suku memiliki hak hidup yang sama tinggal di Yahukimo. Salah satu nasehat yang diberikan adalah ia menyebut Didimus adalah bupati hari ini setelah dirinya.

Dan di sini, Ones di hadapan rakyat ia mengaku salah. Salah baik kepada Didimus maupun masyarakat. Pasalnya hingga sekarang ia belum temukan sosok yang tepat meneruskan kesulungannya sehingga mahkota yang mau diberikan setelah 5 tahun baru ditunjukkan saat ini. “Saya mengaku salah dan meminta maaf kepada rakyat sehingga mahkota ini sudah 5 tahun yang lewat dan saya teruskan ke pasangan ini. Saya tunggu – tunggu di mana celah namun  saya tidak lihat hingga masyarakat meminta saya menyerahkan ini kepada pasangan Didimus  – Esau. Ada rekomendasi dari masyarakat tolong bapak Ones berikan kepada Didimus dan saya turun ambil mereka,” cerita Ones disambut tepuk tangan.

Ia meminta Didimus  – Esau jika memimpin nanti bisa terus menjaga Yahukimo siang dan malam bahkan sampai Tuhan Yesus datang. Ini dianalogikan bahwa seorang pemimpin harus sering tinggal di daerah dan bukan di luar daerah.

Lebih jauh ia menyebut, jika kota lain dibuka oleh Belanda namun Yahukimo dirintis dan diiris oleh tangan seorang pemimpin.  “Satu yang penting adalah merebut hati Tuhan dan jangan menyeleweng, menyimpang dan jangan hutang darah di atas tanah ini. Apakah darah Yesus kurang? Jangan tambah – tambah sendiri dan jangan hutang darah. Rebut hati masyarakat dan jangan lari – lari,” sindirnya.

Tak mungkin seorang pemimpin mengenal masyarakatnya dari berbagai suku jika tidak pergi melihat langsung dan secara tegas ia meminta masyarakat jangan dibiarkan berada di luar rumah. Harus masuk ke dalam rumah. “Saya sedih. Sebab saya ada di sini tapi saya lihat masyarakat ada di luar rumah dan saya sedih karena kamu perang dan saya juga lihat. Ingat kalau saya sudah taruh nilai jual di sini dan jika tak memilih mereka maka jangan lagi merasakan tulang dan sum – sum. Sebab saya masih ada dan saya akan lihat,” tegasnya.

Ones banyak menggunakan bahasa berfilosofi dimana ia menceritakan bahwa ia masih ingin melayani namun waktu habis dan matahari sudah turun. Ketika itu ada surat yang akhirnya ia bawa pulang ke rumah dan sampai saat ini tulisan tersebut masih ia simpan. “Saya putar – putar ternyata tidak dilayani akhirnya saya bawa kembali dan saya akan serahkan pada pasangan ini nanti sehingga saya meminta masyarakat ada bersama saya termasuk tanggal 9 nanti agar saat itu  tidur saya bisa lebih nyenyak,”  tutup Ones. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *