Oknum Pejabat Belum Disanksi Kepegawaian

Asisten III Setda Kabupaten Merauke  Yacobus  Duwiri,  SE, M.Si

Yacobus Duwiri, SE, M.Si ( FOTO: Sulo/Cepos)

Dari Perbuatannya Menyetubuhi Anak Kandung

MERAUKE-Meski saat ini sudah menjadi proses hokum di Polres Merauke, oknum  pejabat  di lingkungan  Pemerintah Kabupaten Merauke berinisial  YK (50), hingga kini belum mendapat sanksi sesuai aturan kepegawaian yang berlaku. Pihak Pemda Merauke sendiri belum menerima laporan resmi, ulang YK yang tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri bertahun-tahun sejak anaknya berumur 9 tahun.

  “Saya   belum   dapat  laporan,” kata Asisten  III Sekda Kabupaten Merauke Yacobus Duwiri, SE, M.Si yang   juga menjabat sebagai Plt Kepala Badan  Kepegawaian Daerah Kabupaten Merauke saat dikonfirmasi, Senin (24/8) kemarin.

    Namun   yang jelas kata  Duwiri  jika ada yang  melakukan perbuatan  pidana   seperti itu,  maka  pihaknya  akan  melihat  dari hasil putusanya seperti  apa nanti.  “Kita masih  menunggu  proses pidananya,’’ tandasnya.

  Namun dari sisi  pemerintahan,   pihaknya     akan lihat  dari PP 53  dan  aturan kepegawaian yang berlaku. Kendati demikian, jelas Yacobus  Duwiri  akan    lihat  dari proses   pidananya dulu seperti apa.

   “Jadi harus ada keputusan  pengadilan  dulu, karena itu sudah diserahkan  ke pihak  berwajib. Setelah   itu  ketika sudah ada keputusan pengadilan  nanti  baru diturunkan  ke bupati  selanjutnya  ke Badan Kepegawaian  untuk  diproses sesuai dengan aturan kepegawaian,” tandasnya.

   Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya  bahwa   kasus  persetubuhan di bawah umur ini terungkap  setelah    korban melaporkan   kepada   nenek dari  ibunya.   Korban sendiri   saat ini sudah berumur 19  tahun. Awal kejadian, pelaku mengajak korban  memancing. Sampai di pemancingan, pelaku  mengajak korban   menonton  video porno.

  Setelah  itu,  pelaku  mengajak  korban untuk bersetubuh. Namun  korban  menolak. Tapi, pelaku mengancam   akan membunuh   korban  apabila menolak.  Dari  kejadian   tersebut,  tidak tercatat berapa kali  pelaku  menyetubuhi korban. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *