Dana Otsus Dievaluasi, Tokoh Adat Bilang Begini

Ondofolo Yanto Eluay. Foto:Robert Mboik/ceposonline
SENTANI-Pemerintah daerah di wilayah adat Tabi dan Saireri telah berkomitmen untuk bersama melakukan evaluasi terhadap penerapan implementasi alokasi anggaran dana otsus yang sampai saat ini sudah memasuki babak akhir.
Salah satu tokoh adat di Kabupaten Jayapura, Ondo Yanto Eluay mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kebijakan dan langkah yang sudah di ambil oleh seluruh pemerintah daerah di wilayah adat Tabi dan Saireri.
“Evaluasi itu sangat penting untuk kita mengetahui dan mengukur, sejauh mana keberhasilan otsus. Dari situ juga kita bisa mengukur sejauh mana ketidakberhasilan otsus. Berhasil karena apa tidak berhasil karena apa,” kata Yanto Eluay saat ditemui media ini di hotel Suni Garden Lake Sentani, Senin (24/8).
Menurutnya dengan adanya evaluasi, audit dan laporan pertanggungjawaban tentang penggunaan dan implementasi otsus supaya perlu juga disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu hari ini pemerintah didua wilayah adat Tabi dan Saireri, melakukan workshop dan seminar tentang evaluasi implementasi otonomi khusus selama 19 tahun berjalan di Papua.
“Hal ini sangat baik karena selama ini kami tidak pernah melihat bahwa ada masyarakat yang mengetahui dan memahami program-program pemerintah khususnya penggunaan dana otsus untuk program ke rakyat. Dalam seminar atau workshop ini akan dipresentasikan oleh seluruh Bupati 8 Bupati dan 1 walikota. Di wilayah adat Tabi dan Saireri,” ujarnya.
Dia mengatakan, dengan adanya kegiatan evaluasi terkait penggunaan alokasi dana otsus di wilayah Tabi dan Saireri bisa menjadi jalan terang bagi masyarakat bagaimana implementasi dana otsus itu yang sesungguhnya.
“Kalau kita menuntut evaluasi ya kita harus membuka diri dulu,” katanya.
Ditanya tanggapannya terkait penggunaan dana otsus sejauh ini khusus untuk keberpihakan terhadap orang asli Papua, menurutnya, jika merujuk pada pelaksanaa program-program yang sudah dilakukan ditingkat bawah, secara kasatmata sebenarnya bisa dilihat, seperti dikampung kampung lokal. Boleh dikatakan dampak dari otsus ini belum benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Apa yang belum terasa, ya ini ada berbagai faktor, mungkin karena kita tidak ada keterbukaan tentang program-program yang menggunakan alokasi anggaran dana otsus atau seperti apa. Masyarakat selama ini tahunya anggaran yang turun itu dari APBD.
Jadi kami sangat berharap karena ini anggaran khusus untuk rakyat Papua, jadi harus diputuskan juga dan harus terbuka dan harus bersosialisasikan kepada masyarakat bahwa ini loh pengelolaan anggaran dana otsus kita,” tambahnya. (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *