Geliat Wisata Kampung Yoboi Meningkat

Komunitas anak muda saat melakukan kunjungan ke Kampung Yoboi menggunakan speed boat milik warga 1setempat, Jumat (21/8), kemarin. (Foto :Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Geliat pariwisata di Kampung Yoboi meningkat drastis setelah kampung itu memperkenalkan inovasi jembatan warna-warni di atas pelabuhan kayu. Uniknya jembatan ini tidak saja menyumbangkan pendapatan bagi masyarakat yang tinggal di kampung itu, tapi juga berdampak pada meningkatnya pendapatan dari para motoris speed boat.

Menurut Kepala Kampung Yoboi, Sefanya Wally, jembatan warna-warni di Kampung Yoboi itu saat ini telah menarik perhatian banyak kalangan, baik anak muda maupun orang tua, termasuk anak-anak. Sehingga hal ini telah berdampak pada berbagai sektor.

“Ada kulinernya, hasil kerajinan tangan, kemudian yang paling terasa itu di bidang transportasi, sampai saat ini masyarakat yang selama ini bekerja sebagai motoris penghasilan mereka sangat luar biasa,” kata Sefanya Wally saat ditemui media ini di Gunung Merah Sentani, Jumat (21/8), kemarin.

Menurutnya, sejak jembatan warna-warni itu mulai terkenal di tengah masyarakat, jumlah kunjungan ke Kampung Yoboi setiap hari meningkat. Hal ini juga telah berpengaruh terhadap tumbuhnya ekonomi di kampung itu. Khusus untuk sarana transportasi saja, dalam sehari satu motor speed boat bisa mendapatkan hasil lebih dari Rp 2 juta bahkan sampai Rp 5 juta. Pendapatan ini naik drastis setelah jumlah kunjungan masyarakat di Kampung Yoboi itu meningkat.

“Jembatan warna-warni ini telah memberikan pengaruh tersendiri, dan ini juga sudah dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya terus berusaha agar potensi pariwisata yang ada di Kampung Yobo itu tetap digarap maksimal supaya jumlah kunjungan masyarakat ke kampung itu, tidak menurun. Itu sebabnya, selain jembatan warna-warni, ada hal lain yang dijual misalnya potensi kebun sayur gizi yang ditanam di atas papan dengan menggunakan peralatan dan bahan seadanya.

“Kami ingin potensi pariwisata ini tetap berkembang dan ini sudah menjadi salah satu mata pencaharian kami di Kampung Yoboi,”pungkasnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *