Tokoh Adat Wukahilapok Ritual Bakar Darah

Beberapa Tokoh Adat dari Kampung Wukahilapok saat melakukan ritual bakar darah di pertokoan jalan safridarwin tempat korban Yairus Elopere dianiaya hingga meninggal Dunia Sabtu (22/8) foto: Denny/ceposonline

WAMENA-Dua kubu masyarakat yang  bertikai dari Kampung Meagama dan Wukahilapok akhirnya sepakat melakukan pertemuan dengan mengirim perwakilannya, namun sebelum melakukan pembicaraan antara dua kubu, perwakilan dari kampung Wukahilapok melakukan ritual bakar darah di tempat pembunuhan Yairus Elopere di pertokoan jalan Safridarwin.

Dalam rirual itu masyarakat Wukahilapok, Distrik Pelebaga berjumlah 20 orang menggunakan kendaraan Strada yang dikawal ketat aparat kepolisian langsung menuju pertokoan jalan Safridarwin dan melakukan ritual tersebut dengan membakar sebuah karton diatas tempat dimana korban Yairus Elopere meregang nyawa.

Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen, menyatakan meskipun mereka sudah sepakat untuk berdamai namun pihaknya tetap memberikan kesempatan kepada salah satu kelompok untuk melakukan ritual adatnya dengan membakar darah di tempat kejadian perkara namun tetap dalam pengawalan dari anggota kepolisian agar mereka juga merasa aman.

” Situasinya memang berbeda sehingga meskipun sudah sepakat untuk melakukan pertemuan namun kelompok dari Distrik Pelebaga ini harus melakukan ritual bakar darah karena korban telah diperabuan (keramasi,”ungkapnya Sabtu (22/8) kemarin.

Ia menyatakan untuk kelompok yang pertama datang dari kelompok Wukahilapok ke Polres sekitar pukul 11.00 wit, berselang 2 jam giliran kelompok kampung Meagama memasuki polres Jayawijaya khususnya dihalaman sat binmas dan Sat Narkoba, keduanya duduk saling berhadapan tanpa membawa senjata tajam dan dimediasi oleh kepolisian dan FKUB Jayawijaya.

“Kami mengumpulkan mereka di polres Jayawijaya tanpa membawa senjata tradisional mereka, disini kami harapkan ada penyelesaian masalah usai mempertemukan kedua kelompok ini,”jelasnya.

Kepolisian sengaja melakukan presing agar masalah bentrokan dua kampung ini bisa segera berakhir, dan juga tak terus berlarut hingga bisa bertambahnya korban jiwa, karena sejauh ini korban jiwa dari masing -masing satu orang danbtak boleh bertambah lagi.

“Cukup dua orang yang menjadi kotban, tidak boleh lagi ada korban jiwa yang berjatuhan oleh karena itu kita pertemukan mereka untuk bicara menyelesaikan perselisihan ini,”tutup Rumaropen.(jo)

1 thought on “Tokoh Adat Wukahilapok Ritual Bakar Darah

  1. Game dengan kemenangan tiada batas, Game dengan penghasilan terbesar, Game dengan sensasi yang luar biasa. Kekayaan menanti anda….. Daftarkan diri anda dan bergabunglah hanya di bola165

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *