Tempat Angker, Kini Disulap Jadi Taman Indah

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE,M.Si saat meninjau Taman Pholeuw Park, sebelum diresmikan Senin, (17/8). (FOTO: Robert Mboik Cepos)

Melihat dari Dekat Taman Pholeuw Park di Telaga Ria, Sentani Timur

Satu lagi obyek wisata yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, yang berlokasi  di Telaga Ria, Sentani Timur tepatnya di pinggir jalan lintas utama dari Abe menuju Sentani.

Apa saja keunikan tempat itu?

Laporan: Robert Mboik-Sentani

Bukit kecil itu dulunya terkenal gersang, seperti angker dan tidak bertuan, namanya Pholeuw. Di situ pula  terpajang sebuah mobil bekas kecelakaan yang dibuat seperti sebuah monumen peringatan. Mobil rinsek berat itu, diletakan di atas sebuah coran semen semacam tugu, diperhadapkan ke jalan lintas Abepura-Sentani.

Melintasi jalan itu, seolah diselimuti kabut gelap. Tebing tinggi di sebelah atas jalan diapiti landasan curam di sisi lain jalan itu, semakin mengisyaratkan dan menggambarkan betapa angkernya daerah kecil itu.

Ya mungkin di waktu lalu,  pernah terjadi sebuah kecelakaan maut di sana atau apalah.

Bagaimanapun awal dan  cerita mengenai  keberadaan atau hadirnya monumen peringatan itu, tentu kita semua punya kesan masing-masing ketika melintasi jalan itu.

Terlepas dari sekelumit cerita soal Pholeuw itu, kini kawasan itu sudah berubah cantik. Pholeuw yang dulunya hanya gundukan bebatuan gersang, kini  sudah disulap jadi taman yang indah. Sesuai  namanya pula, taman itu diberi nama Taman Pholeuw Park.

Taman itu dibangun oleh Pemkab Jayapura melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jayapura sejak 2019 dengan menggunakan alokasi anggaran  APBD. Konsep pembangunannya sebenarnya untuk pengembangan daerah pariwisata Danau Sentani. Karena Taman Pholeuw Park ini berada tepat di sisi hamparan Danau Sentani.

Jika kita mengunjungi taman ini, pengunjung akan langsung merasakan bagaimana indahnya pemandangan Danau Sentani dari atas ketinggian bukit Pholeuw. Taman Pholeuw Park ini dibangun seperti layaknya taman, juga dilengkapi beberapa tempat spot foto. Salah satu yang paling unik, ada sebuah ornamen matahari terbit di sebelah Timur yang ditulis dengan bahasa Sentani “IY, ISAAHA YEBHEIY” yang mengandung arti Taman Tanjung Tikungan Tajam.

Selanjutnya, di bagian luar sudah dilengkapi  pagar besi, tapi pengunjung harus tetap waspada, terutama yang membawa anak-anak. Karena di bagian depan taman, ada jalan utama yang selalu ramai di lintasi kendaraan. Kemudian bagian belakang taman juga terdapat tanah curam berhadapan langsung ke Danau Sentani. Taman itu juga dilengkapi, dengan areal lahan parkir yang sangat luas dan dijaga oleh petugas. Setiap pengunjung hanya dikenakan biaya parkir Rp1000  untuk motor dan Rp 2000 untuk mobil.

“Kita masih berusaha untuk membangun beberapa fasilitas pendukung lain sampai di tepi Danau Sentani, tapi taman ini sudah mulai dioperasikan,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jayapura, Terry Ayomi.

Sejak diresmikan, taman itu sudah dibuka untuk umum. Pemkab berharap agar para pengunjung atau siapapun yang mendatangi tempat itu wajib menjaga kebersihan, terutama ludah pinang supaya tidak berhamburan di mana-mana.

“Kami berharap supaya masyarakat bekerjasama menjaga keindahan taman ini dengan tidak membuang sampah sembarangan dan ludah pinang, karena kami sudah siapkan wadah khusus,” ungkap Tery.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *