Konsisten Putus Mata Rantai Covid di Wilayah Pegunungan

Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., terlihat berbincang bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jery Agus Yudianto, dan Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Provinsi Papua, Suzana Wanggai, beberapa waktu lalu. (Foto :gratianus silas/cepos)

JAYAPURA– Kasus kematian pertama di pegunungan tengah Papua terjadi di Lanny Jaya. Sehubungan dengan hal tersebut, Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., meminta seluruh pemerintah kabupaten, terutama tim Gugus Tugas Covid 19 di wilayah pegunungan untuk tetap konsisten dalam kinerjanya.

“Tidak boleh kurangi speed yang teman-teman lakukan di daerah. Tetap konsisten dan tidak boleh kinerjanya menurun sedikit pun. Hal ini termasuk pemantauan, tracing (menemukan kasus), test (melakukan tes), dan treatment (merawat pasien yang terpapar Covid 19),” ungkap dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., kepada Cenderawasih Pos, Kamis (20/8) kemarin.

Bahkan, sambung dr. Sumule, pemeriksaan secara ketat mesti pula dilakukan di pintu keluar-masuk daerah, termasuk di perbatasan antar wilayah. “Selain itu, sosialisasi harus terus secara masif dilakukan. Semua petugas kesehatan tidak boleh menurunkan kualitas kinerjanya dalam melakukan pemantauan pergerakkan orang hingga memantau perjalanan Covid 19,” tambahnya.

Konsistensi kinerja dinilai sebagai langkah yang tepat sebagaimana yang telah dilakukan dalam penanganan Covid 19 di wilayah pengunungan di beberapa bulan belakangan ini.
“Level kewaspadaan dan level pemantauan harus tetap dilakukan. Tidak boleh menurun. Memang pelayanan kemasyarakatan sudah dibuka karena itu merupakan kebijakan. Namun, upaya pencegahan harus tetap dilakukan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” pungkasnya. (gr)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *