Kedepan, Pembangunan Papua Berbasis Budaya

Ketua DPRP Jhony Banua Rouw ( FOTO: dok/Cepos)

JAYAPURA– Pembangunan Papua dengan berbasis budaya sesuai dengan lima wilayah adat yang ada di Provinsi Papua seperti wilayah adat Tabi, Saireri, Anim-Ha, Lapago, dan Meepago merupakan langkah yang tepat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Jhony Banua Rouw mengatakan pembangunan berbasis wilayah adat atau budaya merupakan langkah yang tepat kedepan membangun kesejahteraan masyarakat sesuai dengan potensi dan budaya yang ada di wilayah tersebut. Menurut Jhony, hal inilah yang harus diperhatikan oleh Pemprov Papua, MRP, dan DPRP.

“Saya mau titipkan dan mungkin juga menjadi perhatian kita dan bila perlu kita buat aturan berupa peraturan daerah (Perda) tentang bagaimana membangun Papua sesuai dengan budaya dan karakter di setiap wilayah adat,” katanya saat memberikan sambutan disela-sela pelantikan DPP Pemuda Saireri Papua di Hotel Horison Kotaraja Kota Jayapura, Rabu (19/8) lalu.

Menurut Jhony dengan membangun berbasis budaya kedepan bisa menyentuh masyarakat, karena setiap wilayah adat mempunyai potensi dan karakter budayanya masing-masing. Oleh karena itu, penting sekali membangun Papua sesuai dengan karakter budaya yang ada di daerah setempat.

“Kita lihat sistemnya berbeda, seperti misalnya di daerah pegunungan harus berkebun, begitupun di daerah pantai biasanya nelayan. Inilah yang harus kita lihat, sehingga betul-betul membangun yang menjadi kebutuhan dari rakyat kita karena membangun berdasarkan budaya dan karakter serta kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh masyarakat setempat,” ujarnya.

Jhony menyatakan, karakter budaya yang ada di setiap wilayah adat merupakan sebuah kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat Papua, sehingga perlu ditonjolkan dan diperkenalkan serta bisa dijual menjadi sebuah kekayaan yang mempunyai nilai kehidupan budaya bagi masyarakat di Papua. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *