46 Tahun YPPK Melayani Anak Negeri Papua

Silvester Lobya, S.Sos, saat foto bersama dengan peserta didik SMA Taruna Dharma di Jayapura. Silvester Lobya for cepos

Perayaan Syukur HUT YPPK Fransiskus Asisi Ke-46 Dilaksanakan Secara Sederhana

JAYAPURA-Direktur Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Kota/Kabupaten Jayapura Silvester Lobya, S.Sos.,mengungkapkan, Hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2020, YPPK tepat memperingati HUT/ hari jadi (Dies Natalis) Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katholik Fransiskus Asisi ke-46.

Catatan sejarah perkembangan pendidikan Di Tanah Papua telah dilakukan oleh para Misionaris Tahuan 1930-an diwilayah selatan Merauke dan wilayah Jayapura dan Keerom sekitar tahun 1938. Kendati secara devakto baru mendapat pengakuan melalui Akta Notaris pada tanggal 22 Agus 1974 dengan demikian usia YPPK baru mencapai 46 Tahun. “Perayaan HUT YPPK di Tengah wabah virus corona dilakukan secara sederhana dengan mengusung Tema ” Peranan digital dalam pembelajaran daring dimasa Covid-19,”ungkapnya kepada wartawan Cenderawasih Pos, Jumat (21/8)

Dijelaskan, YPPK secara kelembagaan tidak sendiri dalam mencari solusi bagi peserta didik agar tetap belajar dan terpenuhi hak pendidikannya. Sampai 1 April 2020, UNESCO mencatat setidaknya 1,5 milyar anak usia sekolah yang terdampak Covid 19 di 188 negara termasuk 60 jutaan diantaranya ada di negara Indonesia. “Semua negara terdampak telah berupaya membuat kebijakan terbaiknya dalam menjaga kelanggengan layanan pendidikan. Termasuk Lembaga YPPK juga menghadapi beberapa tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya,”ujarnya

Untuk tantagannya yakni Ketimpangan teknologi antara sekolah di kota dan daerah pedalaman, Keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, Keterbatasan sumberdaya untuk pemanfaatan teknologi Pendidikan seperti internet dan kuota, Relasi guru-murid-orang tua dalam pembelajaran daring yang belum integral. Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah.

“Pembelajaran teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalambeberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua lini, dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional,”imbuhnya.

Silvester menambahkan, sebagai ujung tombak di level paling bawah suatu lembaga pendidikan, kepala sekolah dituntut untuk membuat keputusan cepat dalam merespon surat edaran Menteri Pendidikan, Kepala Dinas Provinsi/ Kota/Kabupaten dan Yayasan yang mengharuskan sekolah untuk memberlakukan pembelajaran dari rumah. Pendidik merasa kaget karena harus mengubah sistem, silabus dan proses belajar secara cepat. Siswa terbata-bata karena mendapat tumpukan tugas selama belajar dari rumah.

Sementara, orang tua murid merasa stress ketika mendampingi proses pembelajaran dengan tugas-tugas, di samping harus memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing-masing di tengah krisis. “Dari tantangan-tantangan itu, kita harus berani melangkah untuk menjadikan pembelajaran online sebagai kesempatan mentransformasi pendidikan kita,”tegasnya.

Pada kesempatan yang penuh syukur dan bahagia ini, perlu ia ingatkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran daring saat ini tidak luput dari dampak-dampak negatif yang perlu diwaspadai dan disikapi dengan bijaksana. Berbagai kasus yang terjadi beberapa waktu terakhir ini, khususnya dalam dunia pendidikan, semakin mendesak untuk ditanggapi, antara lain: materi-materi yang tidak pantas, beredarnya situs-situs berbahaya, sehingga para guru perlu membuat langkah-langkah preventif dan pendampingan agar siswa dapat memanfaatkan teknologi jaringan secara aman, positip, dan bermakna.

Berhadapan dengan kenyataan tersebut, menurut maka Lembaga YPPK dan pihak sekolah terus berusaha mengingatkan sekaligus menawarkan solusi, antara lain dengan memastikan semua peserta didik terlayani secara merata. Baik siswa yang belajar secara daring, luring atau manual.

Direktur YPPK berharap melalui Perayaan Hari Ulang Tahun ke – 46 Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katholik Tingkat Kota/Kabupaten Jayapura, seluruh anggota komunitas belajar kiranya
menyadari bahwa perubahan pendidikan yang sedang terjadi merupakan sebuah situasi yang mau dan tidak mau harus dihadapi dengan doa dan pengharapan.

“Semoga Kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat agar bisa melewati masa sulit ini dan kita semua semakin bertumbuh dalam kedewasaan iman yang dinampakkan dalam
kehidupan sehari-hari, baik dalam sikap, perkataan maupun perbuatan. Semoga kita semua semakin mampu menjadi “terang” dan “garam” bagi dunia pendidikan di manapun berada.
Adapun peringatan HUT YPPK Kota/Kabupaten Jayapura diperingati dengan kegiatan rekoleksi terbatas untuk para Kepala Sekolah dan Misa Syukur yang berlangsung di Permata Hijau Koya.,hari Sabtu (22/8).(dil)

2 thoughts on “46 Tahun YPPK Melayani Anak Negeri Papua

  1. QQHARIAN SLOT ONLINE Merupakan Situs Betting online terbaik,Terpercaya & Terlengkap Di Indonesia. Yang di dukung berbagai provider ternama dan memiliki banyak game / 600 lebih jenis game yang ada di dalamnya. Dan Menyediakan Berbagai Promo yang Wow di dalamnya, Salah satunya promo BONUS WELCOME CASHBACK 100% TANPA SYARAT TO / TURNOVER. Yang Dimana Menang Berapapun Di Bayar langsung dgn proses cepat ( Maks. 2 Menit ) , Kalah Diganti 100% Dan mau WD ? Tanpa Syarat TO / Turnover. Info lebih lanjut bisa lsg klik link di sebelah ( CLICK DISINI )

  2. Bola165 game yang tiada bosan-bosannya untuk dimainkan,
    gimana mau bosan?? gara-gara game ini nih, makin ceria dompet gue…
    gak perlu repot ke sana ke mari cari rejeki….
    gak percaya?? silahkan aja tengok dan jangan lupa, join now kalo mau ceria juga isi dompet kalian boss…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *