Venue PON Papua Raih 3 Rekor MURI

Istora Papua Bangkit yang berada di Kabupaten Jayapura yang mendapatkan 3 rekor MURI bertepatan pada HUT RI ke 75. (Foto : Anggoro for Cepos)

Kadoh Terindah Untuk Olahraga Papua

JAYAPURA – Momentum HUT Kemerdekaan RI ke 75, Kementerian PUPR raih 3 rekor MURI atas pembangunan venue Istora Papua Bangkit. Venue yang akan menjadi arena pertandingan cabang olahraga Senam di pentas PON XX 2021 mendatang.

Tiga kategori yang sukses memecahkan rekor MURI, pertama untuk struktur atap baja lengkung bentang terpanjang dengan dimensi 90 meter. Kategori kedua, atap tanpa sambungan dan baut mengerucut terluas berbentuk dome seluas 7300 meter persegi.

Sedangkan kategori ketiga, instalasi terpanjang dan diameter terbesar textile duct dengan dimensi ring internal 477 meter, diameter cincin luar sepanjang 70 meter dan diameter cincin dalam sepanjang 56 meter.

Pembangunan Venue Istora Papua Bangkit yang dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR saat ini progress fisiknya dalam tahap penyelesaian akhir.

Diketahui, tiga dari tujuh venue olahraga yang dibangun menggunakan APBN melalui Kementerian PUPR secara fisik telah selesai lebih awal dari jadwal kontrak.

Bahkan beberapa venue telah memperoleh sertifikat berstandar Internasional, yakni arena Aquatic di kawasan olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan arena cricket maupun lapangan hoki (indoor dan outdoor) di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu.

Tentu hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo saat Rapat Terbatas (Ratas) terkait Persiapan Penyelenggaraan PON XX di Papua pada 17 Januari 2020 silam.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, bahwa penyelesaian pembangunan venue olahraga PON XX dilaksanakan dengan cermat, mulai dari tahap desain, pembangunan, dan pengawasannya dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan yang melibatkan pengawasan dari Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2).

“Diharapkan terselesaikannya venue PON tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan warga Papua saja, namun juga menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia serta dapat mendorong para anak muda, khususnya atlet-atlet Papua lebih semangat dan berprestasi menjadi juara, baik dikancah nasional maupun internasional,” kata Menteri Basuki dalam rilisnya yang diterima Cenderawasih Pos, Senin (17/8).

Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto menjelaskan, bahwa masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Papua tentu bangga bisa memiliki Istora terbaik di Tanah Air.

“Dengan berbagai pencatatan rekor tersebut, Istora Papua Bangkit selayaknya akan menjadi arena multifungsi yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Papua. Sekaligus bukti, bahwa teknologi tinggi dan canggih bisa dibangun di tanah Papua,” jelas Iwan.

Bangunan yang menghabiskan anggaran APBN senilai Rp 278 miliar itu juga memiliki keunikan, dimana bentuk struktur bangunannya menyerupai sebuah Honai rumah adat Papua.

Selain Istora yang mampu memecahkan rekor MURI, venue Aquatic Papua Bangkit juga mendapatkan sertifikasi Federation Internationale de Natation (FINA) atau organisasi induk federasi olahraga renang internasional yang telah memenuhi standar Olimpiade, begitu juga venue Hockey yang telah pula memperoleh sertifikasi dari FIH.

Diketahui, 7 venue yang dibangun oleh APBN dalam mendukung pelaksanaan PON XX 2021 diantaranya, Istora, Aquatic, Cricket, Hockey, Sepatu Roda, Arena Dayung dan Panahan. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *