Nekat Lantaran Terlilit Hutang

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas didampingi Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Komang Yustrio dan Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota AKP Jahja Rumra memperlihatka barang bukti serta tersangka yang diamankan, Selasa (18/8). (Foto :Elfira/Cepos)

*Hasil Keterangan Spesialis Curanmor di Siang Bolong

JAYAPURA– Dua spesialis pencurian kendaraan bermotor di siang bolong dengan inisial SA dan WS beserta penadanya dengan inisial WU, diamankan Tim Charli Polresta Jayapura Kota beberapa waktu lalu.

Pelaku ditangkap di seputaran Waena usai anggota melakukan penyelidikan dan penyidikan berdasarkan laporan curanmor BTN Puri Indah Kencana Blok D Kotaraja 7 Agustus 2020 lalu. Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengungkapkan, dari pengembangan tersebut. Pihaknya berhasil menangkap keduanya tanpa perlawanan di salah satu rumah pelaku di Waena.

“Dari hasil interogasi, keduanya telah mengakui perbuatannya. Bahkan, para pelaku sudah menggasak 10 unit motor unit motor selama beraksi kurang lebih 1 tahun,” ucap Kapolresta dalam keterangan persnya di Mapolresta Jayapura Kota, Selasa (18/8).

Lanjut Kapolresta, dari keterangan pelaku mengaku baru setahun berada di Jayapura. Dimana dimana keduanya nekat melakukan pencurian kendaraan bermotor lantaran terlilit hutang. Pelaku Curanmor sendiri tidak memiliki pekerjaan, sementara penadah motor sebagai penjual bakso.

“Setiap motor hasil kejahatan para pelaku menjualnya kepada WU yang berada di Taja Kabupaten Jayapura dengan harga Rp 2 juta. Bahkan, harganya tergantung dari merk dari motor tersebut,” terangnya.

Lanjut Kapolresta, ketiga pelaku beserta delapan unit motor sebagai barang bukti telah diamankan di Mapolresta Jayapura Kota guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mengingat kedua pelaku merupakan spesialis curanmor.

“Para pelaku melakukan aksi bukan pada malam hari, rata-rata mereka beraksi pada siang hingga sore hari. Ini cukup unik serta resiko tinggi oleh keduanya. Dari hasil pemeriksaan, tujuh unit memiliki laporan polisi di Polsek Abepura dan SPKT Polresta Jayapura Kota” jelasnya.

Adapun modus kedua pelaku dalam melakukan tindak pidana pencurian tersebut, kedua pelaku berboncengan dengan menggunakan sepeda motor untuk berkeliling di sekitar Furia Kotaraja, Distrik Abepura untuk mencari sepeda motor yang diparkir di pinggir dan tidak terkunci stand. Setelah menemukan sasaran, kedua pelaku mengamati situasi sekitar dan saat sepi dan dirasa aman barulah berulah.

WA turun dari motor lalu mendekati motor yang hendak dicuri kemudian mendorong sepeda motor yang dicuri kemudian mendorong motor. Sementara SA membantu mendorong sepeda motor yang dicuri dengan cara menonda dari belakang menggunakan kaki sambil mengendarai sepeda motor lalu menjual motor hasil curian tersebut di WU.

“Atas perbuatannya SF dan WS dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman diatas 5 tahun penjara. Sedangkan WU dijerat pasal 480 KUHP tentang pengadaan barang hasil kejahatan dengan ancaman 4 tahun delapan bulan,” pungkasnya. (el/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *