Kasus Kematian Pertama Wilayah Pegunungan

*Penularan Lokal di Biak

JAYAPURA-Satgas Covid-19 Provinsi Papua menyampaikan data perkembangan kasus positif di Papua yang dihimpun Senin (17/8) dan Selasa (18/8) kemarin.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., mengonfirmasi penambahan sebanyak 13 kasus positif baru pada Senin (17/8), yang berasal dari Mimika dengan 4 kasus dan Biak Numfor dengan 9 kasus.

Kemudian, penambahan sebanyak 8 kasus positif baru kembali terjadi di hari berikutnya, Selasa (18/8). Penambahan 8 kasus tersebut berasal dari Kabupaten Merauke 3 kasus, 1 kasus di Mimika, 3 kasus di Nabire, dan 1 kasus di Keerom.

Dengan demikian, dalam dua hari, terjadi penambahan sebanyak 21 kasus positif baru, yakni 3 kasus di Merauke, 5 kasus di Mimika, 3 kasus di Merauke, 1 kasus di Keerom, dan 9 kasus di Biak Numfor.

Selain mengonfirmasi kasus positif baru, dr. Sumule juga memberikan kabar duka. Dimana terdapat tambahan sebanyak 2 kasus kematian, yang mana masing-masing berasal dari Biak Numfor dan Lanny Jaya.

“Pasien meninggal dunia yang pertama datang dari Biak Numfor. Adalah seorang laki-laki berusia 53 tahun yang dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Biak selama satu hari sebelum meninggal dunia pada 17 Agustus lalu,” terang dr. Silwanus Sumule, Selasa (18/8) kemarin.

Dari hasil pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM), sambung dr. Sumule, pasien dinyatakan positif Covid-19 dan memiliki penyakit penyerta kencing manis. Kata dr. Sumule, kasus kematian di Biak Numfor ini merupakan kali pertama yang terjadi akibat penularan lokal.
“Kasus kematian sebelumnya di Biak Numfor merupakan ABK Kapal Laut, sehingga bukan kasus lokal. Sebaliknya, kasus dari luar yang kemudian pasiennya meninggal ketika di Biak Numfor,” sambungnya.

Untuk pasien meninggal dunia selanjutnya berasal dari Lanny Jaya, yang mana adalah seorang laki-laki berusia 64 tahun yang meninggal, Selasa (18/8) kemarin di salah satu rumah sakit pemerintah di Lanny Jaya.

“Kasus ini merupakan kasus kematian pertama yang terjadi bukan hanya di Lanny Jaya, melainkan di daerah pegunungan tengah pada umumnya. Dari pemeriksaan TCM, pasien dinyatakan positif Covid-19,” jelasnya.

Atas nama Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Sumule menyampaikan belasungkawa yang terdalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Kiranya Tuhan akan memberikan ketabahan, kekuatan, dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tambahan dua kasus kematian di Biak dan Lanny Jaya ini diakuinya memberikan warning bagi semua. Tidak hanya petugas kesehatan, melainkan lebih fokus bagi seluruh masyarakat. Sebab, persoalan Covid-19 belumlah usai. “Makanya, mari kita kerja sama dalam mematuhi protokol kesehatan. Dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat, kita dapat memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” bebernya.

Gugus Tugas Covid-19 di wilayah pegunungan dan pesisir, khususnya di dua kabupaten ini, diminta untuk memperketat pengawasan terhadap pergerakkan orang. Selain itu, semua kesiapan rumah sakit dan puskesmas harus dilakukan dengan baik guna menangani pasien dengan baik pula. Tidak ketinggalan, upaya tracing harus pula terus dilakukan.

“Satgas Covid 19 Provinsi Papua akan siap memberikan dukungan bagi petugas kesehatan. Jadi, jangan ragu untuk membangun komunikasi dan konsultasi terkait pasien yang ditangani, baik dalam kondisi sakit ringan, sedang, maupun berat. Dengan demikian, kita bisa pantau bersama kondisi pasien,” tambahnya.

Dengan catatan ini, diketahui bahwa kasus positif secara kumulatif di Papua telah mencapai 3.342 kasus. Dimana 1.277 pasien masih dirawat, 2.027 pasien sembuh, dan 38 pasien meninggal dunia. Kontak erat sebanyak 2.612 kasus, Suspek dengan 821 kasus, dan pemeriksaan PCR/TCM yang telah mencapai 35.144 sampel. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *