Mahasiswa di Kota Studi Diminta Tidak Terprofokasi Pembunuhan Di Wamena

Mahasiswa Jayawijaya berkomitmen untuk saling menjaga dan tidak terprofokasi kasus pembunuhan di Kabupaten Jayawijaya, di Asrama Jayawijaya, Tanah Hitam, Abepura, Rabu, (19/8). Noel/Ceposonline

JAYAPURA – Hindari inbas konflik pembunuhan beruntun di Kabupaten Jayawijaya di Kota Studi Jayapura, Mahasiswa Jayawijaya diminta agar menahan diri, tidak terprovokasi, dan saling mengingatkan.

Ketua Ikatan (Elima) Elagaimana Ibele Muliama, termasuk 8 Distrik, Pelebaga, Nagor Trikora, Tailarek, Hubi kosi, Hubi Kiak Masafak, Ibele Miliama Alexander Lengka mengatakan
Permasalahan dikampung itu tidak bisa bawah imbasnya ke Kota studi karena mahasiswa mau belajar dan bukan melanjutkan pertikaian.

“Kami (Mahasiswa) datang ke sini untuk kuliah maka kami minta jangan termakan masalah di
Wamena, dan kami minta agar masala ini harus cepat diselesaikan di Wamena dengan selesaikan secara adat dan penegakan hukum,” katanya di Asrama Jayawijaya, Tanah Hitam, Abepura, Rabu, (19/8)

Terkait masalah ini pihaknya bersama ikatan pelajar mahasiswa Jayawijaya telah berupaya mengamankan beberapa mahasiswa dari dua daerah yang terjadi konflik tersebut di asrama agar tidak berimbas ke mahasiswa.

“Mahasiswa dari dua distrik yaitu Pelebaga dengan Hubi Kosi, ada bersama kami, jadi pihak korban dari dua distrik, jadi kami minta jangan pihak keluargga jangan provokasi kepada kami mahasiswa, kami minta para Kader- kader, angota dewan dan senior segerah atasi masalah ini agar tidak berdampak, karena ini masalah besar jadi harus diselesaikan bersama,” ujarnya.

Sekertaria Umum Mahasiswa Jayawijaya, Melianus Asso juga mengatakan, mahasiswa di kota studi jangan terpancing karena di Jayapura mahasiswa datang satu nasib untuk menuntut ilmu.

“Kami minta bupati harus turun tangan langsung selesaikan secara hukum dan pelaku harus tangkap dan di peroses hukum secara adil. Pihak keamanan harus kerja sama dengan pemda untuk jangan lagi ada masalah susulan, karena masyarakat jayawijaya kami terus rasa trauma karena masyarakat sering sekali bawah alat rajam sehingga kami minta harus ada peraturan daerah, agar keamanan bisa atasi masalah ini secara dengan swiping bersama pemda,” katanya.

Ketua Umum Mahasiswa Jayawijaya. Elius Wenda juga menegaskan hal sama bahwa hari ini di papua angka kematian tinggi maka ini harus di seriuskan oleh pemda dan DPRD jangan orang Papua saling membunuh terus.

“Pihak kepolisian segera lakukan penanganan dengan proses hukum secara adil juga hukum adat di jalankan, Kami minta mahasiswa tidak terpengaruh dengan kejadian di Jayawijaya, maka kami minta mahasiswa jangan bangun komunikasi dengan mereka di Jayawijaya,” katanya.

Sementara bagi mahasiswa Jayawijaya di Kota Studi Se Indonesia asli Jayawijaya, di minta mahasiswa tidak terprovokasi.

“Karena kami berdiri untuk semua, jangan juga simpan dendam antara mahasis sebagai dampak dari masalah di Jayawijaya, dan Kapolres harus swiping warga yang membawa alat tajam diwamena,” pungkasnya.

Sebelumnya, telah terjadi pembunuhan beruntun di Kabupaten Jawijaya di dua tempat terpisah sebagai aksi saling balas di harapkan masalah ini tidak meluas ke masyarakat jayawijaya yang ada di Kota Studi lainya,(oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *