Bentrok Antar Kampung, Puluhan Honai Dibakar

Kapolres Jayawijaya, AKBP. Dominggus Rumaropen bersama anggotanya saat berusaha menahan warga kampung Kosiwuka Distrik Pelebaga, Kabupaten Jayawijaya sebelum terlibat bentrok dengan warga kampung Meagama, Rabu (19/8). (FOTO :Denny/Cepos)

Buntut Pembunuhan Berantai

WAMENA-Bentrokan antara dua kampung yakni Kampung Meagama, Distrik Hubikosi dan Kampung Kosiwuka Distrik Pelebaga pecah, Rabu (19/8).

Aaksi saling serang dua kelompok massa ini dipicu kasus pembunuhan berantai di Jalan Trans Kimbim dan Jalan Safri Darwin, Wamena, Selasa (18/8)

Meskipun 100 personel kepolisian dikerahkan untuk melarai dua belah pihak, namun bentrokan tak dapat dihindari.  Kelompok dari kampung Kosiwuka melakukan penyerangan ke Kampung Meagama hingga menyebabkan puluhan honai milik masyarakat dibakar.

Massa mulai melakukan penyerangan sekira pukul 16.00 WIT. Bentrok dua kelompok ini berlangsung kurang lebih satu jam. Akibatnya beberapa warga dari kedua belah pihak mengalami luka terkena senjata tajam berupa panah yang sementara diinventarisir.
Aparat gabungan TNI-Polri yang diturunkan berhasil memukul mundur massa dari kedua belah pihak.

Untuk memukul mundur kedua kelompok aparat melepaskan gas air mata ke arah massa dari Kampung Meagama maupun ke Kampung Kosiwuka. Aparat gabungan juga menyiapkan ambulance bagi korban luka untuk selanjutnya mendapat perawatan medis di RSUD Wamena.

Kapolres Jayawijaya AKBP . Dominggus Rumaropen saat dikonfirmasi membenarkan adanya bentrokan dua kelompok tersebut. Rumaropen mengatakan, personel yang diturunkan sempat melerai namun bentrokan tak bisa dihindari.

“Sejak pagi kami sudah menyiapkan personel dari untuk melarai kedua belah pihak, namun bentrokan ini tak bisa dihindari dan akhirnya pecah,” jelasnya, Rabu (19/8).

Untuk meredam aksi saling serang, Kapolres Rumaropen bersama Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto langsung menemui kedua belah pihak yang berselisih. Upaya yang dilakukan di antaranya menggalang para tokoh yang berpengaruh dalam masyarakat.

“Kita melakukan pendekatan dengan sejumlah tokoh dan masyarakat dari dua belah pihak agar bentrokan ini tak terus berkepanjangan dan jatuh korban jiwa,”bebernya.

Ia menyatakan bentrokan ini mulai berlangsung sejak kelompok Kampung Kosiwuka menemukan jenazah warganya yang hilang sejak Juli lalu. Hal ini menyebabkan kecurigaan kepada kelompok kampung Meagama, sehingga Kepala Kampung Meagama, Ismael Elopere menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia di Jalan Trans Kimbim.

“Tak terima dengan pembunuhan itu kelompok dari kampung Meagama melakukan penganiayaan terhadap warga Kosiwuka di pertokoan jalan Safri Darwin hingga menyebabkan korban Yairus Elopere meninggal seketika,”tutup Kapolres. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *