Demo Tak Kantongi Izin, Dua Korlap dan Satu Provokator Diamankan

Anggota gabungan saat melakukan pengamanan di Expo, Waena, Distrik Heram yang menjadi salah satu titik kumpul massa, Sabtu (15/8). (Foto: Elfira/Cepos

JAYAPURA- Tiga orang pendemo dari United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) diamankan pihak Kepolisian terkait aksi peringatan dan penolakan New York Agreement di Kota Jayapura, Sabtu (15/8).

Adapun ketiga orang yang diamankan yakni  dengan inisial MG alias Mai (27), AYP (24) dan NP (20). Ketiga orang tersebut kini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik di Mapolsek Abepura.
Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav R Urbinas mengatakan, tiga orang orang tersebut sedang diamankan. Dimana dua diantaranya sebagai koordinator lapangan (Korlap) dalam aksi tersebut.

Sementara satu orang lainnya dianggap sebagai provokator saat aparat keamanan hendak membubarkan paksa aksi demo karena tidak mengantongi izin.

“Ada empat lokasi titik kumpul masa yang dibubarkan pihak kepolisian di Kota Jayapura. Yakni, di seputaran Kamkey, Padang Bulan depan Kampung USTJ, Expo Waena dan Dok IX,” beber Kapolresta.

Diterangkan, kumpulan massa berkisar 20 sampai 30 orang. Namun, anggota di lapangan berhasil membubarkan dengan memberikan imbauan dan tenggang waktu.

“Sempat terjadi perlawanan yang dilakukan oleh sekelompok massa yang hendak dibubarkan. Namun hal itu dapat dikendalikan. Ketika kami berikan imbauan, tiba-tiba ada lemparan batu. Sehingga kami langsung berikan tindakan tegas dengan mengamankan satu orang provokator,” tuturnya.

Dikatakan, hingga saat ini. Situasi di Kota Jayapura aman kondusif, meski ada beberapa titik masih dijaga aparat gabungan.

“Kami masih menempatkan anggota kami di lapangan guna berjaga-jaga agar tidak ada aksi serupa, mengingat aksi yang mereka lakukan tidak memiliki izin. Bahkan saya sudah tegaskan apabila ada aksi maka langsung dibubarkan secara paksa,” tegas Kapolresta.

Dirinya meminta dengan tegas kepada sekelompok orang untuk tidak melakukan aksi-aksi yang ingin mengumpulkan massa di masa Pendemi Covid- 19. Dimana sebelumnya pihaknya sudah memberikan imbauan untuk tidak melakukan aksi-aksi yang dapat mengumpulkan orang.

“Ketika ada surat permintaan melakukan kegiatan mengumpulkan banyak orang secara otomatis kami tidak berikan izin. Terkecuali audien demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *